16Mei/12

Jurnal Citizenship

  • Jurnal Citizenship: Media Publikasi Hasil Penelitian Mahasiswa Program Studi PPKn FKIP Universitas Ahmad Dahlan
  • ISSN: 2088-7396
  • Penerbit: Laboratorium PPKn FKIP UAD
  • Dapat diperoleh di: Laboratorium PPKn FKIP UAD, Jl. Pramuka No. 42 Sidikan Umbulharjo, Yogyakarta 55161
  • CP: Dikdik (081394036944)

Volume 1 No. 1, Juli 2012

  1. Analisis Yuridis Kekuasaan Presiden dalam Membentuk Undang-Undang Sebelum dan Sesudah Amandemen UUD 1945 | Solikhatun Septia Pradini
  2. Kewenangan Dewan Perwakilan Daerah dalam Pembentukan Undang-Undang menurut UUD 1945 | Ipana Nurdiani
  3. Kompetensi Guru Pendidikan Kewarganegaraan Sekolah Menengah Atas Negeri Se-Kecamatan Bantul |  Catur Adhy Purna
  4. Pelaksanaan Pembinaan Mental Narapidana Berdasarkan Sistem Pemasyarakatan di Lembaga Pemasyarakatan Wirogunan Yogyakarta | Ari Astuti
  5. Bentuk-bentuk Pembinaan Moral Siswa SMA PGRI 1 Temanggung Tahun Ajaran 2008/2009 | Novita Eko Wardani dan M. Towil Umuri
  6. Peran Persepsi Guru PKn tentang Epistemologi Pancasila: Studi di SMP Se-Kecamatan Puloampel Serang-Banten | Lampung Kusmidat dan Sumaryati

Volume 1 No. 2, Januari 2012

  1. Pengaruh Pola Asuh Demokratis Orang Tua terhadap Kemampuan Mengemukakan Pendapat Anak di Dusun Losari Randusari Argomulyo Cangkringan Sleman Tahun 2011 | Deviy Ayu Vitasari  
  2. Peran Surat Kabar sebagai Agen Sosialisasi Politik Masyarakat Dusun Paraksari Pakembinangun Pakem Sleman Yogyakarta | Nita Dewi Puspitaningrum
  3. Peran Forum Peduli Pendidikan Sidoharjo dalam Meningkatkan Kepedulian Masyarakat terhadap Pendidikan di Desa Sidoharjo Kecamatan Samigaluh Kabupaten Kulon Progo Tahun 2011 | Azis Dwi Iriyanto  
  4. Pengaruh Prestasi Belajar Pendidikan Kewarganegaraan terhadap Sikap Demokratis Siswa Kelas XI SMK Negeri 1 Yogyakarta Tahun Ajaran 2010/2011 | Galang Eko Prasetyo  
  5. Pengaruh Lingkungan Belajar terhadap Prestasi Belajar Mahasiswa PPKN Angkatan 2008/2009 Universitas Ahmad Dahlan Semester Ganjil Tahun Akademik 2010/2011 | Mustofa Setyo Ariwibowo
  6. Hambatan Guru Pendidikan Kewarganegaraan dalam Pelaksanaan Evaluasi Pembelajaran di SMAN 1 Sanden | Nuroktya Ningsih

 

16Mei/12

Workshop Penulisan Jurnal Ilmiah Mahasiswa

Prodi PPKn FKIP Universitas Ahmad Dahlan menyelenggarakan Workshop Penulisan Jurnal Ilmiah untuk mahasiswa pada hari Jum’at, 11 Mei 2012. Workshop yang menghadirkan mahasiswa semester 8 itu, dibuka secara resmi oleh Dekan FKIP, Drs. Ishafit, M.Si.

Hadir menjadi narasumber workshop dua orang pengelola jurnal di lingkungan UAD, masing-masing Imam Azhari, S.Si.,M.CS (Pengelola JUSI: Jurnal Sistem Informasi Indonesia) dan Drs. Supriyadi, M.Si (Ketua Redaksi Jurnal Citizenship: Media Publikasi Hasil Penelitian Mahasiswa Prodi PPKn UAD).

Acara yang berlangsung mulai pukul 08.30-15.00 WIB itu dibagi menjadi dua sesi. Pertama, sesi penyajian materi dari para narasumber, dan kedua, sesi praktik penulisan jurnal.

Menurut Dra. Sumaryati, M.Hum selaku Kaprodi PPKn, kegiatan yang difasilitasi oleh Laboratorium PPKn ini dimaksudkan untuk menyebarluaskan pemahaman jurnal sebagai karya ilmiah sekaligus sosialisasi Jurnal Citizenship: Media Publikasi Hasil Penelitian Mahasiswa Program Studi PPKn.

Lebih lanjut diutarakan oleh Sumaryati, bahwa Prodi PPKn telah memiliki Jurnal internal untuk publikasi hasil penelitian mahasiswa, yaitu Jurnal Citizenship. Jurnal ini telah terbit dua nomor, yaitu Volume 1 No. 1 Juli 2011 dan Volume 1 No. 2 Januari 2012.

Turut hadir mendampingi para peserta workshop dosen-dosen Prodi PPKn, yaitu Dra. Sumaryati, M.Hum., Dra. Triwahyuningsih, M.Hum., Drs. Supriyadi, M.Si., Drs. M. Towil Umuri, Drs. Susena, M.M., dan Dikdik Baehaqi Arif, M.Pd.

20Mar/12

JK Tularkan Tujuh Prinsip Palang Merah ke UAD

“Ada tujuh prinsip dalam PMI (Palang Merah Indonesia), yaitu kemanusiaan, kesamaan, kenetralan, kemandirian, kesukarelaan, kesatuan, dan kesemestaan. UAD sebagai Instansi Muhammadyah mempunyai kesamaan yang mendasar.”Ungkap Drs. H.M. Jusuf Kalla saat Sosialisasi dan Kuliah Umum yang bertema “Kotribusi Nilai-nilai Kepalangmerahan dalam Pendidikan Karakter Peserta Didik dan Mahasiswa” Senin (19/03/2012) di Auditorium Kampus I UAD.

JK begitu panggilan akrabnya menambahkan, UAD sebagai Universitas Muhammadiyah yang berkiblat pada Al-Quran dan hadits Shoheh yang diplpori oleh Kyai Ahmad Dahlan mempunyai disiplin religiusitas yang tinggi. Saya rasa beliau juga mempunyai prinsip dasar dari PMI tersebut dalam membangun pola pikirnya dalam membagikan semangatnya untuk berjuang. Pantaslah dijuluki Sang Pencerah baginya dalam Film Sang Pencerah” kenang ketua umum PMI (Palang Merah Indonesia) tersebut.

Sosialisasi yang diikuti guru dan mahasiswa tersebut merupakan salah satu metode atau cara dalam memperkenalkan pendidikan karakter yang ditawarkan dan dikembangkan Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKN) FKIP Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta. Dengan menetapkannya mata kuliah Palang Marah Remaja (PMR) sebagai mata kuliah pembentuk karakter. Diungkapkan oleh Dra. Triwahyuningsih, M.Hum. Selaku Wadek (Wakil Dekan) FKIP (Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan) “PMR sebagai mata kuliah wajib dalam kurikulum kewarganegaraan” ungkap Dosen PKKn tersebut. (Sbwh). (Sumber: http;uad.ac.id)

Berita yang relevan:

Pendidikan Palang Merah Bentuk Karakter Generasi Bangsa

JK Siap Maju Pilpres 2014, Parpolnya?

Pendidikan Kepalangmerahan Upaya Bentuk Karakter Bangsa

Pendidikan Berkarakter PMI


25Feb/12

Mahasiswa PPKn Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta Kunjungi MK


Para mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta mengunjungi Mahkamah Konstitusi (MK) pada Jumat (24/2) pagi. Tujuan kedatangan mereka untuk mengenal lebih dekat, termasuk memahami wewenang maupun kewajiban MK, serta proses bercaranya melalui pemaparan langsung hakim konstitusi. Hakim Konstitusi M. Alim menerima kehadiran mereka dan berlanjut dengan penyajian kuliah singkat seputar “Negara Hukum, Asas-Asas Peradilan dan Proses Beracara di Mahkamah Konstitusi”.

Hakim M. Alim antara lain menerangkan kewenangan-kewenangan dari MK, sesuai Pasal 24C Ayat (1) UUD 1945. Utamanya, MK berwenang mengadili pada tingkat pertama dan terakhir yang putusannya bersifat final untuk menguji undang-undang terhadap undang-undang dasar (UUD).

“Pengujian konstitusional tak selamanya diserahkan kepada pengadilan. Dalam TAP MPR No. III/MPR/2000, pengujian UU terhadap UUD menjadi kewenangan MPR. Kewenangan menguji UU terhadap UUD yang diberikan kepada pengadilan, dalam hal ini kepada MK disebut judicial review,” urai Alim.

Wewenang berikut MK, memutus sengketa kewenangan lembaga negara yang kewenangannya diberikan oleh UUD. Misalnya, kalau terjadi sengketa kewenangan DPR dan DPD, karena kedua lembaga tersebut kewenangannya diberikan oleh UUD.

“Dalam setiap perselisihan, semua pihak merasa benar. Meskipun demikian, pihak mana yang benar, tidak dapat ditentukan oleh para pihak. Sebab tentulah kepentingan para pihak yang menjadi ukurannya. Oleh karena itulah, untuk menentukan pihak yang benar dalam suatu perselisihan diserahkan kepada pengadilan, dalam hal ini Mahkamah Konstitusi,” jelas Alim.

MK juga memiliki wewenang memutus pembubaran partai politik dan memutus perselisihan tentang hasil pemilihan umum. Selain itu, ada kewajiban MK yaitu memberikan putusan atas pendapat DPR mengenai dugaan pelanggaran oleh Presiden dan/atau Wakil Presiden menurut UUD.

Pada kesempatan itu, Alim menjelaskan ketentuan Pasal 1 Ayat (2) UUD 1945 yang menetapkan bahwa kedaulatan atau kekuasaan tertinggi berada di tangan rakyat dan dilaksanakan menurut Undang-Undang Dasar, yang dalam ilmu politik dikenal dengan sebutan kedaulatan rakyat atau demokrasi.

“Dalam UUD 1945, selain Pasal 1 Ayat (2) di atas, ada dua tempat lagi yang bermakna kedaulatan rakyat atau demokrasi, yaitu aline keempat Pembukaan UUD 1945 yang berbunyi, ‘… yang terbentuk dalam suatu susunan Negara Republik Indonesia yang berkedaulatan rakyat’ dan sila keempat dari Pancasila yakni Kerakyatan yang dipimpin oleh khidmat kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan,” papar Alim.

Alim melanjutkan, ada pula istilah nomokrasi. Kata ‘nomokrasi’ berasal dari kata nomoi yang berarti hukum dan karatein atau kratos yang bermakna kuasa. Jadi, nomokrasi dipahami sebagai kedaulatan hukum.

“Secara ringkas, berdasarkan ketentuan Pasal 1 UUD 1945, Negara Indonesia adalah negara hukum demokratis atau negara demokrasi yang berdasar hukum yang mengutamakan kepentingan hukum,” pungkas Alim dalam paparannya. (Nano Tresna A./mh)
Sumber: mahkamahkonstitusi.go.id

16Jan/12

Jadwal Seminar Proposal Skripsi 2012

PENGUMUMAN

Disampaikan kepada mahasiswa Program Studi PPKn (Semester 7), Seminar Proposal Skripsi akan dilaksanakan hari Kamis dan Jum’at, 19 dan 20 Januari 2012.

Kepada mahasiswa yang akan melaksanakan Seminar Proposal Skripsi diharapkan dapat melengkapi persyaratan sebagai berikut:

  1. Surat Keterangan mengikuti seminar proposal skripsi
  2. Mengumpulkan proposal skripsi sebanyak 2 eksemplar

Kelengkapan persyaratan tersebut dikumpulkan paling lambat hari Selasa, 17 Januari 2012, jam 14.00 WIB.

Jadwal lengkap pelaksanaan Seminar Proposal Skripsi dapat diunduh di sini.

12Sep/11

PENYELENGGARAAN PROGRAM PENDIDIKAN PROFESI GURU (PPG) PROGRAM STUDI PPKN

Sehubungan dengan telah ditetapkannya Universitas Ahmad Dahlan sebagai Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) Penyelenggara Pendidikan Profesi Guru (PPG) bagi Guru dalam Jabatan untuk Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan bersama ini kami sampaikan  pendaftaran calon Mahasiswa Baru untuk program PPG bagi Guru dalam Jabatan. Pendaftaran secara online di http://ksg.dikti.go.id/ppg yang diaktifkan mulai tanggal 8 Agustus 2011 dan selanjutnya mengirim dokumen pendaftaran ke Dinas Pendidikan terkait.

Persyaratan peserta

  1. Memiliki kualifikasi akademik minimal sarjana (S-1) atau diploma empat (D-IV) dari program studi yang terakreditasi, kecuali Program Studi PGSD dan PGPAUD.
  2. Mengajar di satuan pendidikan di bawah binaan Kementerian Pendidikan Nasional.
  3. Guru PNS yang mengajar pada satuan pendidikan yang diselenggarakan oleh Pemerintah Daerah  (Pemda) atau guru yang dipekerjakan (DPK) pada satuan pendidikan yang diselenggarakan oleh masyarakat.
  4. Guru bukan PNS yang berstatus guru tetap yayasan (GTY) atau guru yang mengajar pada satuan pendidikan negeri yang  memiliki Surat Keputusan dari Pemda.
  5. Memiliki Nomor Unik Pendidik dan Tenaga Kependidikan (NUPTK).
  6. Memiliki masa kerja sebagai guru minimal 5 tahun.
  7. Bersedia mengikuti pendidikan sesuai dengan peraturan yang ada dan mendapatkan ijin belajar dari Kepala sekolah dan Pemda.
  8. Memiliki surat keterangan berbadan sehat dari dokter.
  9. Memiliki surat keterangan bebas napza (narkotika, psikotropika, dan zat aditif lainnya) dari instansi yang berwenang.

Dokumen kelengkapan

  1. Formulir pendaftaran peserta PPG (Format P1).
  2. Foto kopi ijazah S-1/D-IV yang sudah dilegalisasi oleh perguruan tinggi asal atau Kopertis untuk lulusan PTS yang sudah tidak beroperasi.
  3. Foto kopi SK pengangkatan sebagai PNS bagi guru PNS, SK GTY atau SK dari Pemda bagi guru bukan PNS.
  4. Foto kopi SK pengangkatan sebagai guru bukan PNS (guru tetap pada satuan pendidikan tempat yang bersangkutan mengajar) dari KS dan/atau yayasan.
  5. Surat pernyataan kesediaan mengikuti pendidikan dan meninggalkan tugas mengajar yang ditandatangani oleh yang bersangkutan dan KS
  6. Surat persetujuan/ijin dari KS dan diketahui Disdik.
  7. Surat keterangan berbadan sehat dari dokter.
  8. Surat keterangan bebas napza dari instansi yang berwenang.


    24Jun/11

    Memasuki Dunia Kerja yang Berbarakah: Pesan untuk Para Wisudawan UAD

    Alhamdulillah, anda termasuk “hanya” segelintir orang yang diberi nikmat dan karunia Allah, berupa keberhasilan anda meraih gelar sarjana strata 1 di UAD. Anda harus menyukuri nikmat dan karunia Allah tersebut, dengan jalan menggunakan keberhasilan anda untuk jalan yang di ridlai-Nya, yaitu jalan yang berbarakah. Barakah, adalah kebaikan yang melimpah, tidak saja anda rasakan. Tetapi juga keluarga anda, kerabat anda, teman-teman anda, tetangga anda dan semua orang yang ada di sekitar anda. Bahkan, kebaikan itu mengalir kepada makhluq-makhluq yang lain.

    Di antara anda, akan segera akan menikah. Maka menikahlah yang berbarakah. Ada yang akan melanjutkan studi, maka lanjutkanlah studi yang berbarakah. Dan sebagian besar anda, sudah mulai siap-siap untuk memasuki lapangan kerja. Maka masukilah lapangan kerja yang berbarakah.

    Ada beberapa hal yang perlu anda perhatikan untuk mendapatkan pekerjaan yang berbarakah. Yaitu :

    1. Jenis pekerjaan, cara mendapatkan, dan dalam menjalani pekerjaan harus halal. Apabila ada satu saja yang tercecer, maka hasil dari pekerjaan, akan menjadi haram. Rasul Allah telah mengingatkan, secuil saja barang haram masuk kerongkongan kita, maka 40 hari shalat dan doanya tidak digubris oleh Allah. Astagfirullah.
    2. Jangan sekali-kali meninggalkan/menunda-nunda kuwajiban Ilahi dengan alas an “sibuk” kerja. Misalnya, menunda shalat dengan alasan “baru” bekerja. Gunakanlah kesempat-an pertama untuk melakukan kuwajiban. Seorang dosen atau mahasiswa yang sedang kuliah, sedangkan waktu shalat sudah tiba, bersegeralah untuk shalat begitu kuliah sele-sai (tidak menunda-nunda)
    3. Jangan sekali-kali merugikan orang lain dengan alasan pekerjaan. Banyak terjadi peda-gang memberatkan timbangan apabila menjual, sehingga barang yang dijual menjadi lebih ringan,  dan meringankan timbangan waktu membeli, sehingga barang yang dibeli menjadi lebih berat/banyak.
    4. Jangan sekali-kali anda niati kerja anda untuk mencari rizki bagi anda dan keluarga anda. Tetapi niatilah kerja anda, agar kerja anda dan hasilnya bermanfaat bagi orang banyak. Ingat, rizqi yang anda peroleh dari pekerjaan anda, tidak milik mutlak anda semuanya. Ada beberapa bagian yang ternyata milik orang lain yang harus anda berikan kepada yang berhak.
    5. Jangan sekali-kali merugikan diri sendiri dengan alasan sibuk pekerjaan. Berapa banyak orang yang melakukan penyiksaan diri (maniak kerja) dengan alasan kerja. Bahkan tidak mempedulikan kesehatan diri (sakit) dengan alasan kerja. Apalagi jika alas an tidak segera berobat, hanya lantaran “eman-eman” mengeluarkan uang.
    6. Jangan sekali-kali menganggap, hasil yang anda perolah itu mutlak hasil kerja anda. Semua hasil yang anda peroleh, adalah rizqi dari Allah. Tanpa izin-Nya, niscaya anda tidak akan mendapatkan apapun.

    Medio Juni 2011

    MOHAMMAD RIEZAM

    Dosen Prodi PPKn FKIP UAD

    21Mei/11

    Prodi PPKn Selenggarakan Pelatihan Penulisan Karya Ilmiah Mahasiswa

    Prodi PPKn FKIP Universitas Ahmad Dahlan menyelenggarakan Pelatihan Penulisan Karya Ilmiah untuk Mahasiswa. Pelatihan ini diselenggarakan dua hari, yaitu Sabtu dan Minggu, 21 dan 22 Mei 2011. Hari pertama yang berlangsung mulai pukul 09.00-12.00 WIB diisi pemaparan materi tentang karya ilmiah mahasiswa oleh dua narasumber, yaitu: Laela Hayu Nuraini, M.Si.Apt (Dosen Fakultas Farmasi UAD) dan Danang Sukantar, S.Pd. (Staf Wakil Rektor III UAD). Sedangkan hari kedua diisi workshop penullisan karya ilmiah mahasiswa (Proposal Program Kreativitas Mahasiswa) yang berlangsung mulai pukul 08.00-16.00 WIB. Kegiatan yang dibuka langsung oleh Dra. Sumaryati, M.Hum selaku ketua program studi PPKn ini diikuti oleh mahasiswa program studi PPKn semester II dan IV guna mempersiapkan diri dalam kompetisi Penulisan Karya Ilmiah baik lokal maupun nasional.

    Acara ini melibatkan dosen-dosen pembimbing yaitu Tri Wahyuningsih, M.Hum., sekaligus wakil Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UAD, Supriyadi, M.Si., Didik Baehaqi Arif, S.Pd, M.Pd., Drs. Susena, M.M, dan Dra. Sumaryati, M.Hum.

    Acara ini memang merupakan agenda dari divisi akademik yang ada di Himpunan Mahasiswa Progaram Studi (HMPS) PPKn. Acara yang baru pertama kali dilaksanakan tersebut diupayakan mampu mendobrak motivasi mahasiswa UAD khususnya PPkn. Semangat dan antusias rekan-rekan sangat baik. Terlebih semster IV karena mereka sekaligus untuk mempersiapkan diri dalam penulisan proposal nantinya.

    “Ya, walaupun ini baru pertama kali dilakukan dan melihat respon rekan-rekan yang baik dan nilai manfaatnya juga ada, semoga di kepengurusan selanjutnya acara ini dapat dijadikan agenda rutin, untuk menambah wawasan mahasiswa dan persiapan regenerasi” ujar Eki Pirota, mahasiswa semester II Prodi PPKn FKIP UAD, selaku ketua panitia acara.

    Di akhir acara, langsug diumumkan nominator-nominator dari lomba penulisan Karya Ilmiah tersebut. Ada lima judul Karya Ilmiah yang dinilai menarik dan layak sebagai nominator. Nominator pertama yaitu berjudul “Menciptakan Healthy Water untuk Air Sungai Progo di Desa Bligo, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah” yang ditulis oleh Siti Nurlaela, Arif Syarifudin, Agung M Irfan, dan Ahmad Muarif. “Semoga ini bisa menjadi awal mahasiswa untuk terus termotivasi dalam membuat karya Ilmiah. Kami siap membantu mahasiswa untuk mengarahkan dan membimbing.” Kata Ibu Sumaryati setelah mengumumkan nominator.

    09Mei/11

    Kuliah Umum Semester Genap 2010/2011

    Prodi PPKn FKIP UAD akan menyelenggarakan Kuliah Umum dengan tema “Pengembangan Model-model Pembelajaran PKn yang inovatif, kreatif, dan aplikatif” pada hari Senin, 9 Mei 2011, jam 14.00-16.00 WIB di Hall FKIP UAD dengan menghadirkan Dr. Samsuri, M.Ag (Dosen PKnH UNY) sebagai pembicara.