27Feb/18

Implementasi Pendidikan Antikorupsi di UAD

Yogyakarta (27-2-18). Nilai-nilai kebajikan dan semangat kerja ikhlas, keras, cerdas, tuntas, mumtaz, sinergitas, mawas dan menjaga trust menjadi dasar bagi implementasi pendidikan antikorupsi di UAD. Spirit untuk “tidak akan mengambil, melainkan menambah” sejalan dengan prinsip-prinsip pendidikan antikorupsi yang dikembangkan KPK. Hal itu disampaikan Dr. Kasiyarno, M.Hum, Rektor UAD dalam pengantarnya pada Focus Group Discussin “Implementasi Pendidikan Antikorupsi di UAD” yang diselenggarakan di Auditorium Masjid Ahmad Dahlan Komplek Islamic Center UAD, Selasa, 27 Februari 2018.

Kegiatan yang merupakan kolaborasi antara Deputi Pencegahan Direktorat Dikyanmas (Pendidikan dan Layanan Masyarakat) KPK RI dan UAD (Prodi PPKn) dilaksanakan dalam rangka menggali gagasan dan pengalaman pelaksanaan pendidikan antikorupsi di lingkungan UAD.

Hadir dalam FGD tersebut, Wakil Rektor I, Wakil Rektor III, Wakil Rektor IV, Wakil Dekan FKIP, Kepala BPA, Kepala LPSI, para dosen dosen program studi PPKn, dosen pengampu mata kuliah institusional, BEM UAD, Pendidik Muda Ahmad Dahlan.

Masagung Dewanto, mewakili Deputi Pencegahan Direktorat Dikyanmas KPK RI mengapresiasi UAD atas pelaksanaan pendidikan antikorupsi di UAD, baik pada ranah pendidikan dan pembelajaran, penelitian, maupun pengabdian kepada masyarakat. Masagung yang ditemani Ira Ariafinanda menyebut bahwa sivitas akademika UAD telah terlibat banyak dalam program-program Dikyanmas KPK. “Karena itu, kami sangat berterima kasih untuk itu” lanjut Masagung.

Dra. Sumaryati, M.Hum selaku Kaprodi PPKn menyatakan bahwa sejak 2014, program studi PPKn telah bekerja sama dengan KPK RI dalam penyelenggaraan ToT Gen Antikorupsi, seminar bersama, dan penyelenggaraan mata kuliah pilihan pendidikan antikorupsi.

Para peserta yang hadir turut aktif memberikan masukan dan berbagi pengalaman dalam penyelenggaraan pendidikan antikorupsi, baik secara formal melalui mata kuliah pilihan pada program studi PPKn, maupun secara informal melalui pembudayaan dan keteladanan.

Di akhir acara, Kaprodi PPKn menyebut bahwa “ke depan, hasil dari FGD ini akan segera ditindaklanjuti dengan penyusunan program implementasi pendidikan antikorupsi di UAD yang melibatkan KPK dan berbagai pihak di UAD” [dba]

21Feb/18

Sosialisasi wawasan kebangsaan dan bela negara

Yogyakarta (21-2-2018) Program studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Ahmad Dahlan menyelenggarakan Sosialisasi Wawasan Kebangsaan dan Bela Negara bagi Guru PKn dan Siswa/i SMP/SMA/SMK/Sederajat wilayah Yogyakarta. Sosialisasi dilaksanakan di Meeting Room Sargede, Kampus 2 Unit B UAD, mulai pukul 08.30-11.30 WIB.
Acara dihadiri oleh guru mata pelajaran PPKn dan 2 orang perwakilan siswa. Anom Wahyu Asmorojati, panitia pelaksana menyebut bahwa guru dan siswa yang diundang adalah perwakilah dari 16 sekolah mitra program studi PPKn FKIP UAD di wilayah Yogyakarta. Sosialisasi menghadirkan Monica Irene, S.Ip.,MPA, Kasie Bina Ideologi dan Kewaspadaan Nasional Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi DI Yogyakarta sebagai narasumber.
Hadir memberikan sambutan Dr. Suparman, M.Si.,DEA, Wakil Dekan FKIP UAD. Menurut Suparman sosialisasi wawasan kebangsaan dan bela negara ini penting dilakukan, terutama menyikapi fenomena lunturnya wawasan kebangsaan dan rendahnya bela negara dewasa ini. Acara yang secara resmi dibuka oleh Janiari, S.Pd, Kasie Bidang SMA Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Provinsi DI Yogyakarta, juga dihadiri oleh para dosen program studi PPKn FKIP UAD. Dalam sambutannya, Janiari, mengapresiasi kegiatan sosialisasi dan kemitraan yang telah dijalin oleh program studi PPKn dan beberapa sekolah di bawah Dikpora DIY. Seraya berharap jalinan kemitraan itu dapat ditingkatkan dan diperluas. “Para siswa perlu dibekali wawasan kebangsaan dan bela negara agar sebagai generasi penerus bangsa mereka dapat berperan serta dalam merawat NKRI” tambahnya. Janiari juga mengapresiasi kepada para guru mata pelajaran PPKn yang selama ini telah berusaha untuk membimbing, mendidik, dan memberikan penguatan wawasan kebangsaan dan bela negara kepada para siswa.
Monica Irene, mengajak para guru dan siswa untuk meningkatkan wawasan kebangsaan serta mewaspadai berbagai ancaman baik dari dalam maupun luar negeri yang menggerogoti wawasan kebangsaan dan bela negara Indonesia. Ia menyebut ada dua ancaman besar dari dalam negeri, yaitu radikalisme dan separatisme. Sementara ancaman dari luar negeri antara lain perang modern dan proxy war, dampak negatif globalisasi, bahaya narkoba, dan bahaya terorisme. Selain itu, untuk membangun sikap bela negara diperlukan character building yang berbasis pada konsensus dasar bangsa Indonesia. “Republik Indonesia tetap berdiri tegak karena kita menjunjung 4 konsensus dasar kehidupan berbangsa dan bernegara: Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika & NKRI” pungkasnya. [dba]

Unduh materi: Sosialisasi wawasan kebangsaan dan bela negara

11Nov/17

Konferensi Nasional Kewarganegaraan digelar PPKn UAD

Dahnil Anzar Simanjuntak

Isu-isu kebangsaan dan keumatan diangkat sebagai bahan kajian dalam Konferensi Nasional Kewarganegaraan III yang diselenggarakan oleh Program Studi PPKn FKIP Universitas Ahmad Dahlan. Konferensi yang digelar untuk ketiga kalinya itu dilaksanakan pada Sabtu, 22 Shafar 1439 H/11 November 2017 di Aula Masjid Islamic Center Komplek Islamic Center Universitas Ahmad Dahlan.

Konferensi yang diikuti oleh para dosen, guru, mahasiswa, dan pemerhati kajian PPKn ini menghadirkan Dahnil Anzar Simanjuntak, SE.,ME (Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah) sebagai keynote speaker. Pembicara yang turut hadir adalah Prof. Dr. Masrukhi, M.Pd. (Rektor Universitas Muhammadiyah Semarang, dosen senior Program Studi Pendidikan Kewarganegaraan Universitas Negeri Semarang), Dr. H. Kama Abdul Hakam, M.Pd. (Tim Pengembang Nasional Pendidikan Karakter, Dosen Program Studi Pendidikan Umum/Nilai Sekolah Pascasarjana Universitas Pendidikan Indonesia), dan Halili, S.Pd.,M.A. (Dosen Jurusan Pendidikan Kewarganegaraan Universitas Negeri Yogyakarta, Peneliti SETARA Institute for Democracy and Peace).

Ditemui di sela-sela acara, Dikdik Baehaqi Arif, Ketua Komite Eksekutif menyampaikan, tema yang diusung untuk KNKn III ini adalah “Peneguhan jiwa profetik-patriotik warga negara dalam merespons dinamika ke-Indonesia-an dan kemanusiaan”. Tema ini dipilih untuk menunjukkan kontribusi Program Studi PPKn UAD dalam merespons dinamika kehidupan kebangsaan Indonesia serta isu-isu kemanusiaan (keummatan) yang banyak dewasa ini, tambahnya. Pilihan untuk peneguhan jiwa profetik-patriotik dalam tema tersebut, adalah karena kita ingin menyeimbangkan tumbuh dan teguhnya nilai-nilai profetik kenabian dalam jiwa warga negara dengan nilai-nilai kebangsaan, nasionalisme, patriotisme pada setiap warga negara, lanjut Dikdik.

Kegiatan KNKn III yang diselenggarakan atas kerjasama dengan Asosiasi Profesi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Indonesia (AP3KnI) Wilayah DI Yogyakarta dibuka resmi oleh Dr. Samsuri, M.Ag. (Ketua AP3KnI) Wilayah DI Yogyakarta. Konferensi menghadirkan 66 artikel dari para pemakalah yang dimuat dalam Prosiding Konferensi Nasional ber-ISSN (cetak dan online).

28Okt/17

Seminar Proposal Skripsi tahun 2017

Seminar Proposal Skripsi Program Studi PPKn FKIP Universitas Ahmad Dahlan Tahun 2017 akan dilaksanakan pada hari Senin-Selasa, 30-31 Oktober 2017 di Ruang Workshop PPG dan Ruang Laboratorium Multimedia FKIP.

Berikut ini adalah Jadwal dan Daftar Peserta Seminar Proposal Skripsi Program Studi PPKn FKIP UAD Tahun 2017

1 JADWAL PESERTA SEMINAR PROPOSAL 30-10-2017

2 JADWAL PESERTA SEMINAR PROPOSAL 31-10-2017

Info lebih lanjut klik di sini

Selamat Wisuda kepada Wisudawan PPKn FKIP UAD

Selamat diwisuda kepada wisudawan Prodi PPKn UAD Periode April 2017, Hariadi, S.Pd,; Dini Oktariani, S. Pd.; Yunanto, S.Pd.; Fardi Rahman Abdullah, S.Pd. Budi Hartanto, S.Pd.;Romadhona Kusuma Yudha, S.Pd. Wahyudin, S.Pd.; Taufik Hidayat, S.Pd.; Ahmad Rifai, S.Pd.: Suhendro, S.Pd.; La Rusdin, S.Pd.; Agung Muhammad Irfan, S.Pd.  semoga jadi langkah awal meraih kesuksesan.