29Des/18

Seminar Proposal Skripsi Tahun Akademik 2018/2019

Seminar Proposal Skripsi Program Studi PPKn FKIP Universitas Ahmad Dahlan Tahun 2019 akan dilaksanakan pada hari Rabu & Sabtu, 2 & 5 Januari 2019, di Ruang Workshop PPG PPKn dan Laboratorium Multimedia FKIP.

Berikut ini adalah Jadwal dan Daftar Peserta Seminar Proposal Skripsi Program Studi PPKn FKIP UAD Tahun 2019.

  1. Jadwal Seminar Proposal Skripsi Rabu, 2 Januari 2019
  2. Jadwal Seminar Proposal Skripsi Sabtu, 5 Januari 2019

Info lebih lanjut klik di sini

30Agu/18

Usulan judul skripsi yang diterima tahun 2018

Untuk mahasiswa angkatan tahun 2015 yang telah mengajukan usulan judul skripsi, berikut ini adalah daftar usulan judul skripsi yang diterima untuk diteruskan pada tahap berikutnya.

Silahkan segera berkonsultasi dengan calon dosen pembimbing dan dosen mata kuliah Metode Penelitian PPKn untuk penyusunan proposal skripsi.

Unduh daftar usulan judul skripsi yang diterima tahun 2018 Usulan judul skripsi yang diterima tahun 2018

16Agu/18

Peserta Lolos ke tahap Grand Final Lomba Penulisan Esai Kebangsaan

Berdasarkan hasil penilaian dewan juri Lomba Esai Kebangsaan Tingkat SMA/Sederajat Se-DIY dan Jawa Tengah peserta yang lolos dapat mengikuti tahapan presentasi pada 18 Agustus 2018. Kami selaku panitia mengucapkan selamat kepada peserta yang lolos. Berikut adalah peserta yang lolos dan Undangan Kehadiran dapat download di sini

PESERTA LOMBA ESAI KEBANGSAAN TAHAP GRAND FINAL PPKn FKIP UAD

SURAT UNDANGAN FINALIS LOMBA ESAI KEBANGSAAN

Info lebih lanjut hubungi

* Tisa Susetyowati  (085743201590)/ Uswatun Hasanah (087797654486)

Bagi peserta yang belum lolos verifikasi data dll. tidak usah berkecil hati, panitia yakin bahwa seluruh peserta semua adalah calon generasi muda yang tangguh, cerdas, kreatif dan inovatif, karena itu kami yakin SEMANGAT untuk berkarya akan selalu hidup pada diri kalian semua. Terima kasih atas partisipasinya.

 

12Jul/18

Kerja sama dengan ICRC, Prodi PPKn Gelar Pelatihan “Akhlak Kemanusiaan” bagi Guru PPKn di Sekolah Muhammadiyah

Bertempat di Grand Dafam Rohan Hotel Yogyakarta, Prodi PPKn dan Delegasi Regional Komite Internasional Palang Merah (ICRC) untuk Indonesia dan Timor Leste menyelenggarakan Pelatihan “Akhlak Kemanusiaan” bagi Guru PPKn di Sekolah Muhammadiyah Se-DIY. Kegiatan dilaksanakan Selasa-Kamis (10-12 Juli 2018). Pelatihan diselenggarakan sebagai tindak lanjut dari serangkaian kerja sama antara ICRC dengan Prodi PPKn UAD. Sebanyak 21 orang Guru PPKn di sekolah-sekolah Muhammadiyah (tingkat SMA/SMK) Se-DIY terlibat aktif dalam pelatihan tersebut.

Andrew Bartles-Smith selaku Penasehat Regional ICRC untuk Urusan Kemanusiaan, Jakarta dalam sambutannya menyampaikan, “ICRC senang dan bahagia menyaksikan komitmen Prodi PPKn FKIP UAD untuk memperkenalkan dan mengajarkan aspek penting dalam menjaga harkat dan martabat kemanusiaan ini kepada peserta didik. Percayalah, walau kini Indonesia tidak lagi mengalami masa-masa konflik, namun dunia masih berkecamuk dan kita tetap perlu menyalakan obor kemanusiaan, antara lain lewat apa yang kita lakukan saat ini. ICRC sangat berharap pada jajaran Prodi PPKn FKIP UAD, agar dapat terus berperan penting dalam implementasi program ini di lembaga dan sekolah-sekolah”.

Wakil Rektor I UAD,  Dr. H. Muchlas, M.T, dalam sambutannya ketika membuka acara menyampaikan, “Sangat senang dan berterima kasih kepada ICRC Jakarta karena tetap bekerja sama dengan UAD, khususnya Prodi PPKn FKIP UAD. Pelatihan Akhlak Kemanusiaan bagi Guru PPKn dirasa perlu, sebab pendidik ini akan membentuk karakter dari generasi muda Indonesia”. Beliau juga mengharapkan agar kegiatan Pelatihan Akhlak Kemanusiaan tetap berlanjut baik untuk guru, mahasiswa, dan dosen PPKn. Jumali, S.Ag, selaku Kepala Markas PMI DIY menambahkan bahwa, “Sangat berterima kasih kepada ICRC dan Prodi PPKn yang tetap konsisten untuk melaksanakan kegiatan Pelatihan Akhlak Kemanusiaan. Generasi muda sangat memerlukan pembelajaran yang berhubungan dengan harkat martabat”.

Pelatihan difasilitasi oleh fasilitator yang diambil dari guru-guru PPKn yang telah mengikuti kegiatan serupa sebelumnya. Mereka adalah Arif Syarifuddin, M.Si. dan Yanuar, S.Pd. Selama tiga hari para peserta diberikan pelatihan dan pendampingan untuk dapat mempraktekkan Modul “Akhlak Kemanusiaan” yang terdiri dari 5 bab. Modul tersebut nantinya akan diberikan/diajarkan kepada peserta didik dalam kegiatan ektrakurikuler PMR. Pada hari ketiga para peserta memprakterkan isi modul dengan mengajar siswa dari SMA Muhammadiyah Pakem.

Pelatihan ini secara resmi ditutup oleh Dr. Trikinasih Handayani, M.Si, Dekan FKIP UAD. Dalam sambutannya, Dekan FKIP memberikan ucapan terima kasih kepada ICRC Jakarta dan berharap agar pelatihan selama tiga hari ini dapat diimplementasikan oleh peserta di sekolah masing-masing. Tak lupa beliau berharap semoga kerja sama ICRC tetap terus terjalin. Jessica Sallabank, selaku perwakilan ICRC Jakarta juga berterima kasih atas terselenggaranya kegiatan ini dengan baik dan lancar. Beliau berharap agar Modul Akhlak Kemanusiaan yang dipelajari dapat terintegrasi ke dalam proses belajar mengajar dan memberi manfaat luas kepada generasi mendatang. Sallabank juga menyatakan “Modul Akhlak Kemanusiaan sesungguhnya dapat membantu penguatan tekad kemanusiaan, terutama di kalangan generasi muda yang bisa saja menjadi pejuang-pejuang kemanusian masa mendatang. Sebab masih maraknya konflik kemanusiaan di berbagai negara, sehingga akhlak kemanusiaan dapat menjadi bekal dalam memberi pemahaman dan penghormatan tentang hukum humaniter internasional dan prinsip-prinsip kemanusiaan di lingkungannya masing-masing maupun bangsa, negara serta negara-negara yang sedang konflik”. (UW)

16Apr/18

Penyusunan Buku ajar untuk Kemaslahatan Umat

Yogyakarta (16/4/2018) Bertempat di Tjokro Style Hotel Yogyakarta, Program studi PPKn FKIP Universitas Ahmad Dahlan (UAD) selenggarakan Pelatihan Pengembangan Materi Pembelajaran dan Proses Penerbitan Materi Ajar bagi Dosen PPKn. Acara yang dibuka resmi oleh Wakil Dekan FKIP UAD, Dr. Suparman, M.Si.,DEA itu menghadirkan Prof. Dr. Kokom Komalasari, M.Pd. (Guru Besar dan Dosen Departemen Pendidikan Kewarganegaraan Universitas Pendidikan Indonesia), dan Hatib Rahmawan, S.Pd.,S.Th.I.,M.Ag. (Kepala UAD Press).

Dalam sambutannya, Wadek FKIP berpesan agar bahan ajar yang dihasilkan dosen PPKn UAD harus memiliki penciri UAD, yaitu menyisipkan nilai-nilai Islam sebagaimana dipahami oleh persyarikatan Muhammadiyah. “Dengan penciri itu, buku ajar dapat memberikan kemaslahatan untuk umat”, tegasnya. Buku ajar juga harus merupakan bagian dari karya Tri Dharma Perguruan Tinggi, lanjutnya. Hadir sebagai peserta adalah dosen-dosen di Program Studi PPKn FKIP UAD.

Prof. Kokom menantang para dosen untuk menulis buku ajar. “Tulislah buku ajar, kemudian manfaatkanlah buku ajar itu dalam proses perkuliahan” tantangnya. Mahasiswa dapat memanfaatkan buku ajar  untuk mengembangkan keterampilan mereka, antara lain keterampilan merujuk (reference skill), keterampilan pemahaman (comprehension skills), keterampilan menganalisis dan mengkritisi (analytical and critical skills), keterampilan mengembangkan imajinasi (imaginative skill), dan keterampilan membuat catatan (note-making skill), lanjut pemateri yang banyak menulis tentang pembelajaran kontekstual (contectual teaching and learning).

Dra. Sumaryati, M.Hum, Ketua Program Studi PPKn menyebut target pelatihan ini adalah terbitnya minimal satu buku ajar pada setiap rumpun keilmuan pada Program Studi PPKn. Seperti disampaikan Sumaryati, Program Studi PPKn memiliki rumpun keilmuan kewarganegaraan, pedagogik, filsafat moral/etika, pendidikan hukum, dan sosial dan politik lanjut Kaprodi yang tengah menyelesaikan studi doktoralnya di UGM.

Sementara itu, Hatib Rahmawan menguraikan proses penerbitan buku pada UAD Press yang merupakan bagian dari Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah LPPI UAD. Bagi Hatib, menulis adalah untuk eksistensi diri, ladang pahala jariyah, serta ujrah (pendapatan) dan ajrun (pahala). (dba).

14Apr/18

Buletin Kewarganegaraan Emban Misi Dakwah

Pelatihan Buletin Kewarganegaraan dan Essay PPKn

Farizal Akhmad sedang menyampaikan materi pelatihan

Yogyakarta (14/4/2018) Libur nasional Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW Tahun 2018 dimanfaatkan Program Studi PPKn FKIP Universitas Ahmad Dahlan dengan menyelenggarakan Pelatihan Buletin Kewarganegaraan dan Essay bagi Tim Buletin PPKn 2018-2019. Pelatihan yang dilaksanakan di Ruang Workshop PPG PPKn Kampus 2 UAD dilakukan untuk menjaga keberlangsungan terbitan Buletin Kewarganegaraan yang diterbitkan Program Studi PPKn.

Pelatihan menghadirkan tiga pemateri, Farizal Akhmad, S.Pd. (Seksi Wartawan Olahraga PWI DI Yogyakarta, Jurnalis PSIM Yogyakarta dan alumni Program Studi PPKn UAD) menyampaikan tentang Dasar-dasar Jurnalistik; Mila Rosalia (Direktur TV UAD, dan mahasiswa Program Studi PPKn UAD) membahas Penulisan Fiksi; dan Sindi Aspika Estu Pratiwi (Redaktur dan Editor Buletin Kewarganegaraan Program Studi PPKn) melatih layout buletin/majalah.

Acara yang dibuka Dr. Suparman, M.Si.,DEA (Wakil Dekan FKIP UAD) juga dihadiri Dikdik Baehaqi Arif, Sekretaris Program Studi PPKn. “Jurnalisme kewargaan (citizen journalism) menjadi bagian dari kompetensi yang perlu dimiliki mahasiswa PPKn UAD” imbuh Dikdik. Selain itu, sesuai visi misi Program Studi PPKn UAD, Buletin Kewarganegaraan harus menjadi media dakwah Islam amar ma’ruf nahyi munkar, pinta Dikdik.

Wadek FKIP mengapresiasi kegiatan yang diselenggarakan Prodi PPKn dan menantang mahasiswa untuk tidak hanya menulis dan menerbitkan news, tetapi juga menulis opini atau artikel populer di media massa. “Keberhasilan pelatihan ini dibuktikan dengan terbitnya artikel populer di media massa” tegas Wadek yang juga Ketua program studi magister Pendidikan Matematika FKIP UAD.

Pelatihan diikuti 15 mahasiswa Program Studi PPKn calon anggota tim buletin kewarganegaraan. Pelatihan dihadiri juga anggota tim buletin kewarganegaraan periode 2017-208, dan dosen Program Studi PPKn UAD. (dba)

04Apr/18

Dosen PPKn ikuti Pelatihan Pengelolaan Web Unit di UAD

Dikdik Baehaqi Arif, dosen program studi PPKn FKIP Universitas Ahmad Dahlan mengikuti Pelatihan Pengelolaan Web Unit di UAD yang diselenggarakan oleh Bidang Web dan Sosial Media (WSM) Biro Sistem Informasi dan Komunikasi (BiSKOM) UAD di Laboratorium Komputer ITTC Kampus 1 UAD.

Pelatihan dipandu oleh Ali Tarmuji, Kepala Bidang Web dan Sosial Media BiSKOM UAD. (dba)

27Feb/18

Implementasi Pendidikan Antikorupsi di UAD

Yogyakarta (27-2-18). Nilai-nilai kebajikan dan semangat kerja ikhlas, keras, cerdas, tuntas, mumtaz, sinergitas, mawas dan menjaga trust menjadi dasar bagi implementasi pendidikan antikorupsi di UAD. Spirit untuk “tidak akan mengambil, melainkan menambah” sejalan dengan prinsip-prinsip pendidikan antikorupsi yang dikembangkan KPK. Hal itu disampaikan Dr. Kasiyarno, M.Hum, Rektor UAD dalam pengantarnya pada Focus Group Discussin “Implementasi Pendidikan Antikorupsi di UAD” yang diselenggarakan di Auditorium Masjid Ahmad Dahlan Komplek Islamic Center UAD, Selasa, 27 Februari 2018.

Kegiatan yang merupakan kolaborasi antara Deputi Pencegahan Direktorat Dikyanmas (Pendidikan dan Layanan Masyarakat) KPK RI dan UAD (Prodi PPKn) dilaksanakan dalam rangka menggali gagasan dan pengalaman pelaksanaan pendidikan antikorupsi di lingkungan UAD.

Hadir dalam FGD tersebut, Wakil Rektor I, Wakil Rektor III, Wakil Rektor IV, Wakil Dekan FKIP, Kepala BPA, Kepala LPSI, para dosen dosen program studi PPKn, dosen pengampu mata kuliah institusional, BEM UAD, Pendidik Muda Ahmad Dahlan.

Masagung Dewanto, mewakili Deputi Pencegahan Direktorat Dikyanmas KPK RI mengapresiasi UAD atas pelaksanaan pendidikan antikorupsi di UAD, baik pada ranah pendidikan dan pembelajaran, penelitian, maupun pengabdian kepada masyarakat. Masagung yang ditemani Ira Ariafinanda menyebut bahwa sivitas akademika UAD telah terlibat banyak dalam program-program Dikyanmas KPK. “Karena itu, kami sangat berterima kasih untuk itu” lanjut Masagung.

Dra. Sumaryati, M.Hum selaku Kaprodi PPKn menyatakan bahwa sejak 2014, program studi PPKn telah bekerja sama dengan KPK RI dalam penyelenggaraan ToT Gen Antikorupsi, seminar bersama, dan penyelenggaraan mata kuliah pilihan pendidikan antikorupsi.

Para peserta yang hadir turut aktif memberikan masukan dan berbagi pengalaman dalam penyelenggaraan pendidikan antikorupsi, baik secara formal melalui mata kuliah pilihan pada program studi PPKn, maupun secara informal melalui pembudayaan dan keteladanan.

Di akhir acara, Kaprodi PPKn menyebut bahwa “ke depan, hasil dari FGD ini akan segera ditindaklanjuti dengan penyusunan program implementasi pendidikan antikorupsi di UAD yang melibatkan KPK dan berbagai pihak di UAD” [dba]

21Feb/18

Sosialisasi wawasan kebangsaan dan bela negara

Yogyakarta (21-2-2018) Program studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Ahmad Dahlan menyelenggarakan Sosialisasi Wawasan Kebangsaan dan Bela Negara bagi Guru PKn dan Siswa/i SMP/SMA/SMK/Sederajat wilayah Yogyakarta. Sosialisasi dilaksanakan di Meeting Room Sargede, Kampus 2 Unit B UAD, mulai pukul 08.30-11.30 WIB.
Acara dihadiri oleh guru mata pelajaran PPKn dan 2 orang perwakilan siswa. Anom Wahyu Asmorojati, panitia pelaksana menyebut bahwa guru dan siswa yang diundang adalah perwakilah dari 16 sekolah mitra program studi PPKn FKIP UAD di wilayah Yogyakarta. Sosialisasi menghadirkan Monica Irene, S.Ip.,MPA, Kasie Bina Ideologi dan Kewaspadaan Nasional Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi DI Yogyakarta sebagai narasumber.
Hadir memberikan sambutan Dr. Suparman, M.Si.,DEA, Wakil Dekan FKIP UAD. Menurut Suparman sosialisasi wawasan kebangsaan dan bela negara ini penting dilakukan, terutama menyikapi fenomena lunturnya wawasan kebangsaan dan rendahnya bela negara dewasa ini. Acara yang secara resmi dibuka oleh Janiari, S.Pd, Kasie Bidang SMA Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Provinsi DI Yogyakarta, juga dihadiri oleh para dosen program studi PPKn FKIP UAD. Dalam sambutannya, Janiari, mengapresiasi kegiatan sosialisasi dan kemitraan yang telah dijalin oleh program studi PPKn dan beberapa sekolah di bawah Dikpora DIY. Seraya berharap jalinan kemitraan itu dapat ditingkatkan dan diperluas. “Para siswa perlu dibekali wawasan kebangsaan dan bela negara agar sebagai generasi penerus bangsa mereka dapat berperan serta dalam merawat NKRI” tambahnya. Janiari juga mengapresiasi kepada para guru mata pelajaran PPKn yang selama ini telah berusaha untuk membimbing, mendidik, dan memberikan penguatan wawasan kebangsaan dan bela negara kepada para siswa.
Monica Irene, mengajak para guru dan siswa untuk meningkatkan wawasan kebangsaan serta mewaspadai berbagai ancaman baik dari dalam maupun luar negeri yang menggerogoti wawasan kebangsaan dan bela negara Indonesia. Ia menyebut ada dua ancaman besar dari dalam negeri, yaitu radikalisme dan separatisme. Sementara ancaman dari luar negeri antara lain perang modern dan proxy war, dampak negatif globalisasi, bahaya narkoba, dan bahaya terorisme. Selain itu, untuk membangun sikap bela negara diperlukan character building yang berbasis pada konsensus dasar bangsa Indonesia. “Republik Indonesia tetap berdiri tegak karena kita menjunjung 4 konsensus dasar kehidupan berbangsa dan bernegara: Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika & NKRI” pungkasnya. [dba]

Unduh materi: Sosialisasi wawasan kebangsaan dan bela negara

11Nov/17

Konferensi Nasional Kewarganegaraan digelar PPKn UAD

Dahnil Anzar Simanjuntak

Isu-isu kebangsaan dan keumatan diangkat sebagai bahan kajian dalam Konferensi Nasional Kewarganegaraan III yang diselenggarakan oleh Program Studi PPKn FKIP Universitas Ahmad Dahlan. Konferensi yang digelar untuk ketiga kalinya itu dilaksanakan pada Sabtu, 22 Shafar 1439 H/11 November 2017 di Aula Masjid Islamic Center Komplek Islamic Center Universitas Ahmad Dahlan.

Konferensi yang diikuti oleh para dosen, guru, mahasiswa, dan pemerhati kajian PPKn ini menghadirkan Dahnil Anzar Simanjuntak, SE.,ME (Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah) sebagai keynote speaker. Pembicara yang turut hadir adalah Prof. Dr. Masrukhi, M.Pd. (Rektor Universitas Muhammadiyah Semarang, dosen senior Program Studi Pendidikan Kewarganegaraan Universitas Negeri Semarang), Dr. H. Kama Abdul Hakam, M.Pd. (Tim Pengembang Nasional Pendidikan Karakter, Dosen Program Studi Pendidikan Umum/Nilai Sekolah Pascasarjana Universitas Pendidikan Indonesia), dan Halili, S.Pd.,M.A. (Dosen Jurusan Pendidikan Kewarganegaraan Universitas Negeri Yogyakarta, Peneliti SETARA Institute for Democracy and Peace).

Ditemui di sela-sela acara, Dikdik Baehaqi Arif, Ketua Komite Eksekutif menyampaikan, tema yang diusung untuk KNKn III ini adalah “Peneguhan jiwa profetik-patriotik warga negara dalam merespons dinamika ke-Indonesia-an dan kemanusiaan”. Tema ini dipilih untuk menunjukkan kontribusi Program Studi PPKn UAD dalam merespons dinamika kehidupan kebangsaan Indonesia serta isu-isu kemanusiaan (keummatan) yang banyak dewasa ini, tambahnya. Pilihan untuk peneguhan jiwa profetik-patriotik dalam tema tersebut, adalah karena kita ingin menyeimbangkan tumbuh dan teguhnya nilai-nilai profetik kenabian dalam jiwa warga negara dengan nilai-nilai kebangsaan, nasionalisme, patriotisme pada setiap warga negara, lanjut Dikdik.

Kegiatan KNKn III yang diselenggarakan atas kerjasama dengan Asosiasi Profesi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Indonesia (AP3KnI) Wilayah DI Yogyakarta dibuka resmi oleh Dr. Samsuri, M.Ag. (Ketua AP3KnI) Wilayah DI Yogyakarta. Konferensi menghadirkan 66 artikel dari para pemakalah yang dimuat dalam Prosiding Konferensi Nasional ber-ISSN (cetak dan online).