Kajian Dhuha Kampus 2 UAD

Kajian Dhuha Kampus 2 UAD
Pembicara : Drs. Parjiman, M.Ag. (Wakil Rektor Bidang AIK UAD)
SAVE THE DATE:
? : Rabu, 29 Maret 2023
⏰ : 08.30 – 09.30
? : Masjid Daarussyakirin Kampus 2 UAD

Kajian Dhuha Kampus 2 UAD
Pembicara : Drs. Parjiman, M.Ag. (Wakil Rektor Bidang AIK UAD)
SAVE THE DATE:
? : Rabu, 29 Maret 2023
⏰ : 08.30 – 09.30
? : Masjid Daarussyakirin Kampus 2 UAD
Tiga mahasiswa Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) terpilih untuk mengikuti Pelatihan Bela Negara Dahlan Muda di Batalyon Infanteri Mekanis 403/Wirasda Pratista. Ketiga mahasiswa itu adalah Bayu Agus Setyawan, Muhammad Zulfikar, dan Fiyana Nur Safiqa (ketiganya angkatan tahun 2022).
Pelatihan Bela Negara merupakan agenda rutin tahunan yang diselenggarakan Biro Kemahasiswaan dan Alumni (Bimawa) UAD pada 15-17 Desember 2022. Choirul Fajri, Kepala BIMAWA UAD menyebut “agenda rutin ini bukan hanya sebatas meningkatkan solidaritas di antara sesama peserta, tetapi juga diharapkan dapat menguatkan rasa kebangsaan (nasionalisme) dan integrasi bangsa”.
Disampaikan Kepala BIMAWA UAD, pelatihan bela negara diberikan kepada mahasiswa baru untuk memberikan wawasan, meningkatkan sikap disiplin, membentuk jiwa kebersamaan, membentuk mental dan fisik yang tangguh, menanamkan rasa kecintaan kepada bangsa dan rasa patriotisme, serta membentuk insan yang beriman dan bertaqwa.
Ditemui redaksi, Fiyana, salah seorang peserta mengaku awalnya ragu mengikuti pelatihan itu, tetapi setelah dijalani justru ia menemukan pengalaman dikenalkan dengan dunia kemiliteran. “Kegiatanya seru, terlebih saat dikenalkan dengan dunia kemiliteran yang menempa kita menjadi pribadi yang disiplin, tegas, pantang menyerah, dan lain-lain” papar Fiyana.
Kegiatan yang berlangsung tiga hari ini ditutup dengan penyampaian kesan dan pesan dilanjutkan upacara penutupan. (Khr)
Rabu, 7 Desember 2022, Mahasiswa Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) melakukan studi lapangan bertajuk “Tour The Museum”. Tiga Museum menjadi tujuan tour mahasiswa, yaitu Museum Jenderal Soedirman, Museum Benteng Vredeburg, dan Museum Jogja Kembali (Monjali).
Sebagai salah satu tujuan kunjungan, Museum Jenderal Soedirman yang terletak di Jalan Bintaran Wetan 3, Yogyakarta menyimpan banyak pelajaran bagi para generasi muda. Pada masa kolonial Belanda, gedung ini dipergunakan sebagai rumah dinas pejabat keuangan Puro Paku Alam VII. Pada masa pendudukan Jepang, gedung ini dikosongkan dan perabotnya disita. Setelah Indonesia merdeka digunakan sebagai Markas Kompi ‘Tukul’ Batalyon Letkol Soeharto. Sejak 18 Desember 1945 sampai 19 Desember 1948 difungsikan sebagai kediaman resmi Jenderal Sudirman, setelah dilantik menjadi Panglima Besar Tentara Keamanan Rakyat.
Pada masa Perang Kemerdekaan menghadapi Agresi Militer Belanda II, gedung ini digunakan sebagai Markas Informatie voor Geheimen Brigade T tentara Belanda. Setelah pengakuan kedaulatan RI tanggal 27 Desember 1949 difungsikan sebagai Markas Komando Militer Kota Yogyakarta. Selanjutnya digunakan sebagai asrama Resimen Infanteri XIII dan Penderita Cacat. Sejak 17 Juni 1968 sampai 30 Agustus 1982 difungsikan sebagai Museum Angkatan Darat. Peresmian Museum Sasmitaloka Pangsar Jenderal Sudirman dilakukan oleh Kasad Jenderal TNI Poniman pada tanggal 31 Agustus 1982.
Mengunjungi museum adalah agenda rutin mata kuliah Sejarah Nasional Indonesia yang ditempuh mahasiswa semester 1 PPKn UAD. “Berkunjung ke museum itu dapat membangkitkan memori dan kesadaran sejarah para mahasiswa” tegas Dr. Supriyadi, M.Si., dosen pengampu mata kuliah tersebut saat menemai mahasiswa Tour The Museum. Apa yang menjadi harapannya adalah seperti yang ditulis Kuntowijoyo dalam buku “Muslim Tanpa Masjid” yang menuturkan bahwa generasi baru muslim telah lahir dari rahim sejarah. “Simphoni dan nilai-nilai luhur perlu dijaga dan dilestarikan oleh generasi muda, salah satunya mahasiswa” kata Doktor Pendidikan IPS UNNES tersebut. Sejarah telah membawa perubahan dan wajah baru dari Indonesia mulai dari zaman Pra Kemerdekaan hingga saat ini.
Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) melaksanakan Audit Mutu Internal (AMI) Periode 22 pada Kamis, 24 November 2022 di Ruang Dosen Kampus Utama UAD.
Rujukan yang digunakan untuk AMI tahun 2022 ini adalah Standar UAD, IKU Renstra dan Instrumen OBE LPP sebagai rujukan. Sementara itu, ruang lingkup AMI meliputi pengukuran Capaian Standar UAD dengan prioritas implementasi OBE.
AMI dilaksanakan pada 91 Auditee, Wakil Rektor, Biro, Badan, Lembaga, Kantor, Perpustakaan, PERSADA, 11 Fakultas, 1 Prodi D4, 40 Prodi S1, 3 Prodi Profesi, 14 Prodi S2, 1 Prodi S3. Auditor yang bertugas di Program Studi PPKn UAD adalah Tawar, S.Si.,M.Kom (Dosen Program Studi Sistem Informasi UAD) dan Drs. Akmal, M.Hum., M.Sc., Ph.D. (Dosen Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris S2 UAD).
Bagi Program Studi PPKn, hasil AMI tahun ini dapat dimanfaatkan untuk penyusunan Instrumen Suplemen Konversi (ISK) peringkat Akreditasi. “Prodi PPKn UAD telah terakreditasi A, dan kita ingin konversi peringkat itu menjadi Unggul”, demikian disampaikan Dikdik Baehaqi Arif, M.Pd., selaku Ketua Program Studi PPKn UAD saat memberikan pengantar pada pelaksanaan AMI tersebut.
Sebelum pelaksanaan AMI, persiapan telah dilakukan oleh Program Studi PPKn UAD, antara lain workshop pencermatan instrumen isian AMI, workshop penyusunan instrumen AMI, dan pelacakan dokumen-dokumen untuk setiap standar capaian UAD. “Hasil AMI ini diharapkan dapat benar-benar mendukung capaian peringkat akreditasi Unggul yang akan diajukan melalui ISK, akhir Desember 2022 nanti” tutur Dikdik saat menutup pelaksanaan AMI di Program Studi PPKn UAD. (Khr)
Hari Ayah diperingati setiap tanggal 22 November. Tahun 2022 ini, Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) memperingati Hari Ayah tersebut dengan membuka kembali pesan bijak dari K.H. Ahmad Dahlan, pendiri Persyarikatan Muhammadiyah “Warisan seorang ayah adalah saat ia dapat menjadi teladan bagi keluarganya”.
Sosok Ayah selalu dinanti keluarganya sebagai teladan, pemimpin, dan kepala rumah tangga. Selamat Hari Ayah.
Puisi untuk Ayah
Akulah si telaga
belayarkan di atasnya
Berlayarlah menyibakkan riak-riak kecil yang menggerakkan bunga-bunga padma
Berlayarlah sambil memandang harumnya cahaya
Sesampai di seberang sana, tinggalkan begitu saja Perahumu biar aku yang menjaganya
Musibah gempa bumi yang menimpa Cianjur dan sekitarnya terjadi pada Senin, 21 November 2022. Gempa yang terjadi siang hari itu turut dirasakan sampai wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya. Gempa berpusat di 10 km arah barat daya dari Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, dengan kedalaman gempa 10 km. “Gempa tersebut diduga akibat dari pergerakan Sesar Cimandiri,” tegas Dwikorita, Kepala BMKG saat dimintai keterangan di salah satu TV swasta.
Tak pelak gempa ini mengakibatkan banyak korban jiwa. Update sampai malam kemarin tercatat 162 orang meninggal dunia dan ratusan orang alami luka-luka. Warga meninggal tersebar di Desa Rancagoong di Kecamatan Cilau, Desa Limbagansari di Kecamatan Cianjur, dan Kecamatan Cugenang. Warga mengungsi dilaporkan sebanyak 13.784 orang yang tersebar di beberapa titik. Gempa juga menyebabkan longsor yang menutup jalan lintas provinsi di Kabupaten Cianjur.
Atas musibah tersebut segenap keluarga besar Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menyampaikan duka yang mendalam bagi korban meninggal dunia, simpati bagi korban luka-luka, semoga dapat tertangani dengan baik serta diberi kesembuhan dan segera pulih kembali. Tak lupa kami juga mendoakan semoga semua yang tertimpa musibah diberikan kesabaran, ketabahan, dan kekuatan, aamiin.
Perhelatan akbar Muktamar Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah ke-48 akan diselenggarakan pada 18-20 November di Surakarta, Jawa Tengah. Muktamar yang sempat tertunda karena Covid-19 ini dipusatkan di kompleks Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS). Tema yang diangkat untuk Muktamar Muhammadiyah adalah “Memajukan Indonesia Mencerahkan Semesta”. Sedangkan untuk Muktamar ‘Aisyiyah adalah “Perempuan Berkemajuan Mencerahkan Peradaban Bangsa”.
Muhammadiyah didirikan di Kampung Kauman, Yogyakarta pada 18 November 1912 M (8 Dzulhijjah 1330 H), hingga saat ini Muhammadiyah telah memasuki abad ke-2. Pelaksanaan Muktamar ke-48 tahun 2022 ini digelar tepat pada hari Milad Muhammadiyah ke-110 tahun.
Berbagai amal usaha yang dikelola menjadi bukti nyata bahwa Muhammadiyah terus berkontribusi dalam berbagai aspek kehidupan, bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi, dan kemasyarakatan.
Menapaki abad ke-2 ini, Muhammadiyah kembali menggelar hajat besar Muktamar Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah. Momentum Muktamar telah banyak dinantikan warga Muhammadiyah dari seluruh penjuru tanah air. Bukan hanya itu, muktamar juga sebagai momentum regenerasi, silaturahmi, dan kolaborasi warga Persyarikatan Muhammadiyah. Tentunya muktamar kali ini akan dimeriahkan oleh bukan hanya peserta, tetapi juga ribuan penggembira anggota dan simpatisan Muhammadiyah se-Indonesia.
Berbarengan dengan Muhammadiyah, Muktamar ‘Aisyiyah juga digelar di tempat yang sama. Organisasi perempuan ini didirikan pertama kali pada 27 Rajab 1335 H atau 19 Mei 1917, bertepatan dengan momentum peringatan Isra dan Mi’raj Nabi Muhammad SAW.
Berdirinya Aisyiyah telah dimulai sejak diadakannya perkumpulan Sapa Tresna pada tahun 1914, yaitu perkumpulan gadis-gadis terdidik di sekitar Kauman. K.H. Ahmad Dahlan memang mendorong perempuan untuk menempuh pendidikan, baik formal umum maupun keagamaan. Keduanya telah sama-sama menjadi organisasi yang berdampak besar bagi persyarikatan, agama, bangsa, dan negara.
Tepat hari ini MUKTAMAR MUHAMMADIYAH DAN ‘AISYIYAH KE-48, digelar. Selamat dan Sukses. Muktamar menjadi bukti sejarah bahwa Muhammadiyah terus dinanti oleh seluruh masyarakat Indonesia. (Rohmah)

Diskusi workshop sistem manajemen bersama Dr. Supriyadi, M.Si, dan Dr. Yasnita Yasin, S.Pd., M.Si. Foto: Rohmah
Program studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) memiliki Laboratorium PPKn sebagai wahana pengembangan kompetensi mahasiswa. “Untuk menguatkan peran dan fungsi serta sistem pengelolaan laboratorium PPKn UAD, kita perlu banyak belajar termasuk benchmarking dengan Laboratorium serupa” demikian disampaikan Dikdik Baehaqi Arif, M.Pd., Ketua Program Studi PPKn UAD saat memberi pengantar pada Workshop Sistem Manajemen Laboratorium PPKn yang diselenggarakan di Grand Rohan Yogyakarta pada 16 November 2022.
Workshop dihadiri seluruh dosen program studi PPKn, pengelola laboratorium, dan alumni. Kegiatan ini merupakan inisiasi dari Program Studi PPKn sebagai upaya meningkatkan fungsi laboratorium yang lebih masif mulai dari pemanfaatan laboratorium sebagai ruang baca, riset bersama dosen dan mahasiswa, ruang penunjang perkuliahan, dan ruang diskusi. “Laboratorium harus mengembangkan budaya intelektual yang menjadi ciri lingkungan akademis terkhusus dalam masifikasi fungsi laboratorium sebagai pusat belajar,” terang Dikdik Baehaqi Arif.
Workshop kali ini menghadirkan Dr. Supriyadi, M.Si, Kepala Laboratorium PPKn UAD periode 2016-2018, dan Dr. Yasnita Yasin, S.Pd., M.Si, Kepala Laboratorium PPKn FIS Universitas Negeri Jakarta, sebagai narasumber. “Laboratorium merupakan ruang berkarya bagi mahasiswa oleh karenanya fungsi laboratorium perlu dioptimalkan” ungkap Supriyadi saat menyampaikan materi.
Dr. Yasnita Yasin juga menuturkan “laboratorium seharusnya didesign layaknya sebuah rumah yang nyaman baik untuk belajar, meningkatkan kompetensi, mengasah skill, ruang ber-dialektika, dan ruang mengembangkan gagasan yang inovatif, solutif, dan adaptif. Sebagai wajah dari prodi PPKn, “laboratorium perlu menghadirkan nuansa yang menyenangkan dengan memaksimalkan peran laboratorium agar tetap eksis di lingkungan mahasiswa”, lanjutnya.
Keikutsertaan dosen dan alumni dalam workshop ini merupakan komitmen dalam mengembangkan laboratorium yang berkemajuan dan progresif. Kegiatan Workshop ini juga akan dilanjutkan dengan penyusunan Panduan Praktikum Mata kuliah praktik. (Rohmah)
Laboratorium Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menyelenggarakan workshop penyusunan panduan praktikum mata kuliah praktik, Rabu, 16 November 2022. Kegiatan yang diselenggarakan di Grand Rohan Jogja ini dimaksudkan untuk memperbaharui modul/panduan praktik agar sesuai dengan perkembangan kebutuhan pengajaran PPKn saat ini.
Hadir sebagai narasumber, Dikdik Baehaqi Arif, M.Pd. Ketua Program Studi PPKn UAD, dan Dr. Winarno, S.Pd., M.Si., Dosen PPKn FKIP Universitas Sebelas Maret (UNS). “Kita perlu menghadirkan buku panduan praktik yang inovatif, praktis, dan lebih kontekstual sesuai perkembangan zaman” tutur Winarno dalam materinya.
Dalam paparannya, Dikdik yang juga Ketua Asosiasi Program Studi PPKn PTM itu berharap agar adanya modul ini dapat memudahkan dosen dan mahasiswa menjalani kegiatan praktik secara mandiri dan berstandar. “Kehadiran buku panduan merupakan salah satu syarat kita memfasilitasi praktik mahasiswa, baik di laboratorium maupun di luar laboratorium” demikian penuturannya.
Workshop ini dihadiri seluruh dosen Program Studi PPKn UAD dan berhasil menyusun lima buku panduan mata kuliah praktik, yaitu Media Pembelajaran PPKn, Seminar Isu-isu Mutakhir PPKn, Metode Penelitian, Perencanaan Pembelajaran PPKn, dan Pembelajaran Mikro. (Rohmah)
Perkembangan dunia global yang begitu cepat telah mempengaruhi berbagai aspek kehidupan, tak terkecuali dunia pendidikan. Lebih dari dua tahun dunia pendidikan dihadapkan pada pandemic Covid-19 yang memaksa seluruh pembelajaran dialihkan dari luring ke daring memanfaatkan berbagai platform teknologi informasi dan komunikasi pembelajaran. Penggunaan berbagai platform tersebut ternyata disikapi positif mahasiswa. Hal positif yang dibangun adalah memaksimalkan waktu dan kesempatan untuk mengikuti berbagai program dan kompetisi secara daring. Itulah yang dilakukan Ziadatu Zzulfa, mahasiswa Program Studi Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Ahmad Dahlan (UAD).
Baru-baru ini, gadis yang akrab disapa Zia itu berhasil menjadi pemakalah pada Seminar Nasional (Semnas) yang diselenggarakan oleh Program Studi S3 Teknologi Pembelajaran Universitas Negeri Malang (UM). Zia ini memang tak asing lagi dalam dunia tulis menulis. Sudah beberapa kali karyanya dipublikasikan di jurnal maupun prosiding seminar.
Selain menulis, Zia juga aktif dalam organisasi kemahasiswaan. Saat ini Zia menjabat sebagai Sekretaris Bidang Hikmah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) PPKn, Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI), dan Pendidikan Bahasa Inggris (PBI) (PB-II) FKIP UAD. Meskipun disibukan dengan berbagai kegiatan, tetapi ia masih dapat meluangkan waktu untuk terus berprestasi dan berkarya melalui tulisan- tulisanya.
Sebagai pemakalah Zia membahas persoalan penggunaan platform merdeka mengajar yang belum dimaksimalkan Zia juga tidak hanya mengkritisi soal kendala platform tersebut. Zia juga memberikan solusi terkait dengan edukasi yang perlu digalakan, peningkatan literasi digital, dan pemaksimalan fitur yang ada di platform tersebut. Diakhir kalimat Zia menuturkan “akan terus berkontribusi melalui gagasan dan narasi,” tutup Zia. (Khr)

Universitas Ahmad Dahlan
Jl. Ahmad Yani (Ringroad Selatan) Tamanan Banguntapan Bantul Yogyakarta 55166
Telepon : (0274) 563515, 511830, 379418, 371120 Ext. –
Faximille : 0274-564604
Email : bsi[at]uad.ac.id
Daftar di UAD dan kembangkan potensimu dengan banyak program yang bisa dipilih untuk calon mahasiswa
Informasi PMB
Universitas Ahmad Dahlan
Telp. (0274) 563515
Hotline PMB
S1 – 0853-8500-1960
S2 – 0878-3827-1960
