Civic’s Talks: Karena Kewarganegaraan Harus Terus Diperbincangkan
Belajar tidak selalu harus berlangsung di dalam ruang kelas. Kadang, sebuah gagasan justru lahir ketika kita sedang berkendara, menikmati secangkir kopi, saat fun run –seperti disampaikan Kepala LPPM UAD– atau sekadar berjalan santai di sore hari. Di era digital seperti sekarang, ruang belajar telah meluas. Salah satunya melalui podcast.
Beberapa tahun terakhir, podcast atau siniar berkembang menjadi media yang sangat dekat dengan kehidupan masyarakat. Tidak hanya menghadirkan hiburan, podcast juga menjadi ruang berbagi pengalaman, berdiskusi, dan memperkaya wawasan. Akademisi, praktisi, seniman, komika, hingga tokoh publik memanfaatkannya untuk menyampaikan ide dengan cara yang lebih santai, personal, dan mudah diterima.
Saya sendiri mulai mengenal podcast secara lebih serius pada masa pandemi COVID-19. Saat itu, perubahan pembelajaran dari luring ke daring membuat banyak dosen harus berpikir ulang tentang bagaimana menghadirkan pengalaman belajar yang tetap bermakna. Di tengah berbagai keterbatasan, podcast menjadi salah satu jawaban.
Ada sosok yang banyak menginspirasi saya pada masa itu, yaitu Mas Jun—Fajar Junaedi. Beliau memperlihatkan bahwa radio dan podcast bukan sekadar media hiburan, tetapi dapat menjadi sarana pembelajaran yang efektif. Gagasan tersebut kemudian mendorong saya untuk mulai bereksperimen membuat materi kuliah dalam bentuk audio.
Dari situlah lahir Cikaracak Podcast, sebuah ruang sederhana yang saya gunakan untuk merekam materi kuliah, refleksi, maupun berbagai topik kewarganegaraan. Beberapa mahasiswa bahkan mengaku lebih nyaman mendengarkan penjelasan materi sambil melakukan aktivitas lain dibandingkan harus selalu membaca modul yang panjang. Pengalaman itu membuat saya semakin yakin bahwa media belajar harus terus beradaptasi dengan kebiasaan generasi saat ini.
Di sisi lain, saya juga belajar sebagai pendengar. Podcast-podcast seperti Endgame dari Gita Wirjawan, Helmi Yahya Bicara, Titik Kumpul, maupun berbagai kanal lain menjadi “ruang kuliah” yang memperlihatkan bagaimana percakapan yang baik mampu membuka perspektif baru. Dari sana saya belajar bahwa diskusi yang menarik tidak selalu harus formal. Justru ketika percakapan berlangsung hangat dan setara, gagasan-gagasan besar sering kali muncul dengan sendirinya.
Pengalaman tersebut kemudian menginspirasi Program Studi PPKn Universitas Ahmad Dahlan untuk memiliki podcast sendiri.
Awalnya kami memperkenalkan podcast dengan nama Karsa Warga. Seiring perjalanan waktu, kami merasa perlu menghadirkan identitas yang lebih dekat dengan karakter keilmuan Program Studi PPKn. Dari sanalah lahir Civic’s Talks.
Bagi kami, Civic’s Talks bukan sekadar kanal podcast. Ia adalah ruang percakapan.
Kami ingin menghadirkan ruang yang mempertemukan dosen, mahasiswa, alumni, guru, praktisi, peneliti, pengambil kebijakan, hingga masyarakat umum untuk berbicara tentang berbagai isu kewarganegaraan, pendidikan, demokrasi, kebangsaan, literasi digital, hak asasi manusia, hingga tantangan menjadi warga negara di era kecerdasan buatan.
Kami percaya bahwa ilmu pengetahuan berkembang melalui dialog. Kampus tidak cukup hanya menghasilkan penelitian, tetapi juga harus mampu menyampaikan gagasan kepada masyarakat dengan bahasa yang mudah dipahami. Podcast menjadi salah satu jembatan untuk mewujudkan hal tersebut.
Ke depan, Civic’s Talks akan menghadirkan beragam seri perbincangan. Ada episode yang mengulas isu-isu aktual kewarganegaraan, berbagi praktik baik pembelajaran PPKn di sekolah, memperkenalkan karya dosen dan mahasiswa, hingga menghadirkan tokoh-tokoh inspiratif yang memiliki perhatian terhadap pendidikan, demokrasi, dan kebangsaan.
Kami ingin menunjukkan bahwa PPKn bukan sekadar mata pelajaran tentang hafalan pasal atau sejarah konstitusi. PPKn adalah ilmu yang hidup bersama masyarakat. Ia hadir dalam cara kita bermedia sosial, berdialog dengan orang yang berbeda pandangan, menghargai keberagaman, membangun kepedulian sosial, hingga berpartisipasi menyelesaikan persoalan publik.
Melalui Civic’s Talks, kami berharap semakin banyak masyarakat mengenal wajah PPKn yang lebih dekat, lebih hangat, dan lebih relevan dengan kehidupan sehari-hari.
Karena pada akhirnya, kewarganegaraan tidak hanya dipelajari. Ia harus terus diperbincangkan.
Selamat datang di Civic’s Talks.
Mari belajar, berdiskusi, dan bertumbuh bersama.


