Pos
PPKn UAD Perkuat Visi “PPKn Transformatif” Melalui Integrasi AIK dan Etika Politik
/in Berita /by Abdurrahman DarojatYogyakarta – Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) terus memperkuat komitmennya dalam mengembangkan pendidikan kewarganegaraan yang unggul dan berkarakter melalui penyelenggaraan Workshop Integrasi Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK) ke dalam Rumpun Keilmuan PPKn pada 15 April 2026. Kegiatan yang dipandu oleh dosen PPKn UAD, Syifa Siti Aulia, M.Pd ini menjadi bagian dari upaya strategis program studi dalam menyongsong implementasi Kurikulum 2025 sekaligus mempersiapkan asesmen lapangan akreditasi.

integrasi AIK dalam PKn
Workshop ini mengusung paradigma Tauhidul Ulum atau unifikasi ilmu sebagai landasan integrasi nilai-nilai AIK ke dalam berbagai rumpun keilmuan PPKn. Pendekatan tersebut diharapkan mampu memperkuat identitas keilmuan PPKn UAD yang tidak hanya berorientasi pada penguasaan ilmu pengetahuan, tetapi juga pada pembentukan karakter dan tanggung jawab sosial mahasiswa.
Pada sesi pertama, Dr. Didik Baihaqi Arif, M.Pd menjelaskan bahwa integrasi AIK tidak boleh dipahami sekadar sebagai penyisipan ayat Al-Qur’an atau hadis dalam materi perkuliahan. Menurutnya, integrasi AIK harus diwujudkan dalam pembangunan paradigma keilmuan yang utuh dan transformatif, berlandaskan nilai tauhid, kemanusiaan, keadilan, serta kemaslahatan.
“Tujuan akhirnya adalah membentuk transformative citizen atau warga negara transformatif, yaitu warga negara yang tidak hanya cerdas dan baik, tetapi juga memiliki kemampuan untuk mentransformasi diri, lingkungan, dan masyarakat menuju perubahan sosial yang lebih bermakna,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa konsep warga negara transformatif sejalan dengan misi pendidikan Muhammadiyah yang menempatkan ilmu pengetahuan sebagai sarana membangun peradaban yang berkemajuan. Oleh karena itu, integrasi AIK perlu hadir dalam aspek kurikulum, pembelajaran, penelitian, hingga pengabdian kepada masyarakat.
Sementara itu, pada sesi berikutnya, dosen PPKn UAD, Abdurrahman Darojat, M.A mengulas integrasi AIK dalam perspektif politik dan kewarganegaraan. Ia menekankan bahwa politik dalam pandangan Islam dan Muhammadiyah merupakan bentuk amanah untuk mewujudkan kemaslahatan publik, menegakkan keadilan, serta menghadirkan kesejahteraan bagi seluruh warga negara.
Menurutnya, pemahaman tersebut sejalan dengan konsep Muhammadiyah sebagai Darul Ahdi wa Syahadah, yaitu negara sebagai hasil konsensus kebangsaan sekaligus ruang pengabdian untuk mewujudkan nilai-nilai keislaman dan kemanusiaan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
“Integrasi AIK dalam kajian politik dan kewarganegaraan harus mampu melahirkan warga negara yang memiliki karakter profetik, seperti jujur (shiddiq), amanah, tabligh, dan fathanah. Nilai-nilai ini menjadi fondasi penting dalam membangun budaya politik yang beretika dan demokratis,” ungkapnya.
Workshop berlangsung secara interaktif dengan melibatkan dosen dari berbagai rumpun keilmuan di lingkungan PPKn UAD. Para peserta mendiskusikan berbagai strategi integrasi AIK dalam mata kuliah, penelitian, serta pengembangan kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE).
Melalui kegiatan ini, PPKn UAD semakin meneguhkan visinya sebagai program studi yang mengembangkan PPKn Transformatif, yaitu pendidikan kewarganegaraan yang memadukan nilai-nilai keislaman, keilmuan, dan kebangsaan. Dengan demikian, lulusan yang dihasilkan tidak hanya memiliki kecerdasan kewargaan (civic competence) dan kebajikan kewargaan (civic virtue), tetapi juga berkarakter religius, demokratis, inklusif, serta mampu menjadi agen perubahan dalam menghadapi tantangan disrupsi digital, krisis moral, dan dinamika kehidupan global.
Dosen PPKn UAD Jadi Pemateri Workshop Dinsosnakertrans Kota Yogyakarta, Bahas Link and Match Dunia Kerja dan Penguatan Civic Skills
/in Berita /by Abdurrahman Darojat
dosen ppkn uad menjadi pemateri di kegiatan workshop dinsosnakertrans kota yogyakarta
Yogyakarta, 12 Juni 2026 – Dosen Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) Universitas Ahmad Dahlan (UAD), Mahmuda Ma’arif, M.Pd., menjadi pemateri dalam Workshop yang diselenggarakan oleh Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kota Yogyakarta pada Jumat (12/6/2026) di Kantor Dinsosnakertrans Kota Yogyakarta. Kegiatan ini diikuti oleh pengelola Bursa Kerja Khusus (BKK) SMK se-Kota Yogyakarta serta perwakilan berbagai perusahaan sebagai upaya memperkuat sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan lembaga pendidikan dalam menyiapkan sumber daya manusia yang unggul, adaptif, dan siap menghadapi tantangan dunia kerja.
Acara dibuka dengan sambutan dari perwakilan Dinsosnakertrans Kota Yogyakarta yang menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, institusi pendidikan, dan sektor industri dalam membangun ekosistem ketenagakerjaan yang responsif terhadap perkembangan zaman. Dalam sambutannya disampaikan bahwa keberhasilan pembangunan sumber daya manusia tidak hanya diukur dari banyaknya lulusan yang memperoleh pekerjaan, tetapi juga dari kemampuan mereka untuk bertahan, berkembang, dan berkontribusi secara positif di lingkungan kerja.
Dalam sesi utama, Mahmuda Ma’arif menyampaikan materi bertajuk “Link and Match Dunia Kerja: Peran Bursa Kerja Khusus (BKK) dalam Menyiapkan Lulusan yang Kompeten, Adaptif, dan Berkarakter.” Ia menjelaskan bahwa konsep link and match tidak boleh dipahami sebatas mempertemukan lulusan dengan lowongan pekerjaan, melainkan harus menjadi proses strategis yang menyelaraskan kompetensi, minat, karakter, kesiapan sosial, serta kebutuhan dunia usaha dan dunia industri.
Menurutnya, BKK memiliki peran yang jauh lebih luas sebagai pusat pengembangan karier yang mampu memetakan kompetensi lulusan, memberikan pembekalan budaya kerja, melatih komunikasi profesional, hingga memfasilitasi job matching yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan. “BKK harus menjadi ruang sinkronisasi antara sekolah, dunia usaha, pemerintah, dan alumni sehingga menghasilkan lulusan yang benar-benar siap menghadapi perubahan dunia kerja,” jelasnya.

dosen ppkn uad menjadi pemateri di kegiatan workshop dinsosnakertrans kota yogyakarta
Selain membahas peran BKK, Mahmuda juga memaparkan materi mengenai penguatan civic skills dan kesiapan sosial lulusan dalam memasuki dunia kerja. Ia menekankan bahwa perusahaan masa kini tidak hanya membutuhkan tenaga kerja yang memiliki kompetensi teknis, tetapi juga individu yang mampu bekerja sama, berkomunikasi secara efektif, menjunjung tinggi integritas, disiplin, bertanggung jawab, menghargai keberagaman, serta mampu beradaptasi dengan budaya organisasi dan perkembangan teknologi.
“Keberhasilan seseorang di dunia kerja tidak hanya ditentukan oleh hard skills, tetapi juga oleh karakter, etika, kemampuan beradaptasi, dan kemauan untuk terus belajar. Civic skills menjadi fondasi penting agar lulusan mampu bertahan dan berkembang di tengah dinamika dunia kerja yang terus berubah,” ungkapnya.
Dalam paparannya, ia juga menyoroti tantangan generasi muda di era digital, seperti meningkatnya minat terhadap pekerjaan fleksibel, tingginya mobilitas kerja, serta kebutuhan akan lingkungan kerja yang mendukung pengembangan diri. Oleh karena itu, BKK didorong untuk tidak hanya menjadi penyedia informasi lowongan, tetapi juga menjadi pusat pembinaan karier melalui pelatihan budaya kerja, simulasi komunikasi profesional, konseling karier, hingga penguatan karakter dan etika kerja.
Workshop berlangsung secara interaktif dengan melibatkan pengelola BKK SMK dan perwakilan perusahaan dalam sesi diskusi. Para peserta antusias menyampaikan berbagai pengalaman terkait penyaluran lulusan, kebutuhan kompetensi di dunia industri, hingga tantangan mempertahankan tenaga kerja muda yang adaptif dan berkarakter. Diskusi tersebut menghasilkan berbagai gagasan mengenai pentingnya kolaborasi berkelanjutan antara sekolah, BKK, pemerintah, dan perusahaan dalam membangun ekosistem ketenagakerjaan yang lebih efektif.
Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan. Pengelola BKK SMK memperoleh wawasan baru mengenai strategi memperkuat layanan karier dan pendampingan lulusan, sementara pihak perusahaan dapat menyampaikan secara langsung kebutuhan kompetensi yang relevan dengan perkembangan industri saat ini.
Melalui workshop ini, diharapkan terjalin sinergi yang semakin erat antara Dinsosnakertrans Kota Yogyakarta, BKK SMK, dunia usaha, dan institusi pendidikan dalam mewujudkan lulusan yang tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga adaptif, berkarakter, memiliki civic skills yang kuat, serta mampu berkontribusi secara produktif dan berkelanjutan di dunia kerja maupun dalam kehidupan bermasyarakat.
Bekali Calon Guru di Era Global, PPKn UAD Gelar Meet the Expert tentang Literasi Digital dan TPACK
/in Berita /by Abdurrahman DarojatYOGYAKARTA – Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menggelar kegiatan Meet the Expert secara luring dan daring dengan menghadirkan pakar dari Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Dr. Dede Iswandi, M.Pd. Kegiatan yang dipandu oleh Kaprodi PPKn UAD, Dr. Dikdik Baihaqi Arif, M.Pd., ini merupakan implementasi kerja sama akademik antara PPKn UAD dan PPKn UPI yang telah terjalin sejak tahun 2023.

Dalam pemaparannya, Dr. Dede menegaskan bahwa guru PPKn di era digital tidak hanya berperan sebagai penyampai materi, tetapi juga sebagai arsitek warga negara digital yang berkarakter Pancasila. Menurutnya, perkembangan teknologi yang sangat cepat menuntut calon guru untuk memiliki kemampuan beradaptasi dan memanfaatkan teknologi secara efektif dalam proses pembelajaran.
Ia juga menekankan pentingnya penguasaan kerangka TPACK (Technological Pedagogical Content Knowledge), yaitu kemampuan mengintegrasikan teknologi, strategi pedagogis, dan penguasaan materi secara utuh. Selain itu, peserta diperkenalkan dengan berbagai aplikasi pembelajaran digital serta pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) untuk mendukung aktivitas belajar mengajar.
Kegiatan semakin menarik dengan sesi berbagi pengalaman dari Hasanatun Kamila, mahasiswa PPKn UAD yang mengikuti program SEA Teacher di Filipina. Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan semakin siap menjadi guru profesional yang adaptif terhadap perkembangan teknologi global, sekaligus mampu menanamkan nilai-nilai Pancasila kepada generasi muda.
Workshop Public Speaking PPKn UAD Tingkatkan Kepercayaan Diri Mahasiswa
/in Berita /by Abdurrahman Darojat
Workshop public speaking PPKn UAD
YOGYAKARTA – Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) Universitas Ahmad Dahlan mengadakan workshop public speaking bagi mahasiswa PPKn pada Jumat, 22 Mei 2026. Kegiatan yang dilaksanakan di ruang School Civic Education Laboratory PPKn tersebut menghadirkan Umi Hawa Habibah, alumni PPKn UAD sekaligus founder Soalbicara.id, sebagai narasumber utama.
Workshop ini diselenggarakan sebagai upaya untuk mengembangkan kemampuan komunikasi mahasiswa, terutama dalam berbicara di depan umum. Dalam penyampaian materinya, Umi Hawa Habibah menekankan bahwa keterampilan public speaking menjadi kemampuan penting bagi mahasiswa, khususnya calon pendidik, agar mampu menyampaikan ide dan gagasan secara efektif.
Menurutnya, kemampuan berbicara di depan publik tidak hanya berkaitan dengan keberanian tampil, tetapi juga tentang bagaimana seseorang dapat membangun komunikasi yang jelas, menarik, dan mudah dipahami audiens.
Dosen PPKn UAD, Yasir Marzuqi, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk komitmen Prodi PPKn UAD dalam memberikan penguatan soft skills kepada mahasiswa agar lebih siap menghadapi tantangan akademik maupun dunia kerja.
“Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan rasa percaya diri mahasiswa serta membentuk kemampuan komunikasi yang baik dalam berbagai situasi,” ujarnya.
Para peserta terlihat antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Tidak hanya mendengarkan materi, mahasiswa juga terlibat aktif dalam sesi praktik dan simulasi public speaking yang berlangsung interaktif.
Mahasiswa PPKn, Alvelin Souza Aurora, mengungkapkan bahwa workshop tersebut memberikan pengalaman dan wawasan baru mengenai teknik berbicara di depan umum yang efektif. Ia merasa kegiatan ini sangat membantu dalam meningkatkan kepercayaan diri.
Sementara itu, M. Nukriansyah menilai materi yang diberikan sangat bermanfaat dan dapat diterapkan dalam kehidupan perkuliahan maupun aktivitas organisasi.
Melalui workshop ini, Prodi PPKn UAD berharap mahasiswa semakin terampil dalam berkomunikasi, memiliki keberanian tampil di depan publik, serta mampu menjadi generasi yang aktif dan inspiratif di tengah masyarakat.
Alumni PPKn UAD Berbagi Inspirasi di Podcast Civic Talk: Pengalaman Kuliah Relevan dengan Dunia Kerja
/in Berita /by Abdurrahman DarojatYogyakarta – Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) kembali menghadirkan ruang inspiratif melalui kegiatan podcast Civic Talk yang diselenggarakan pada 28 April 2026 di ruang Creative Space Laboratorium PPKn UAD. Kegiatan ini menghadirkan alumni PPKn angkatan 2009, Nanang Andarwanto, M.Pd, yang saat ini berkiprah sebagai staf di Kelurahan Parangtritis, Bantul.

Podcast ini dipandu oleh dosen PPKn UAD, Mahmuda Ma’arif, M.Pd, yang menggali pengalaman dan perjalanan karier narasumber sejak masa kuliah hingga terjun langsung di tengah masyarakat.
Dalam perbincangan tersebut, Nanang Andarwanto mengungkapkan bahwa pengalaman akademik selama kuliah di PPKn UAD memberikan bekal yang sangat relevan dengan pekerjaannya saat ini. Ia menegaskan bahwa berbagai mata kuliah yang dahulu dipelajari tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga aplikatif dalam menyelesaikan persoalan nyata di masyarakat.
“Materi seperti hukum agraria, hukum adat, ilmu sosial, dan micro teaching sangat membantu saya dalam memahami dan menghadapi berbagai problem masyarakat Parangtritis,” ungkapnya.
Ia menjelaskan bahwa pemahaman tentang hukum agraria sangat penting dalam menangani persoalan pertanahan yang kerap muncul di wilayah Parangtritis. Sementara itu, wawasan hukum adat dan ilmu sosial membantunya dalam memahami karakter masyarakat serta membangun pendekatan yang lebih humanis dan kontekstual.
Selain itu, pengalaman micro teaching yang diperoleh selama kuliah juga dinilai berkontribusi dalam meningkatkan kemampuan komunikasi, terutama dalam memberikan sosialisasi kepada masyarakat dan menjembatani berbagai kepentingan warga.
Host podcast, Mahmuda Ma’arif, M.Pd, menyampaikan bahwa kegiatan Civic Talk ini bertujuan untuk menghubungkan pengalaman alumni dengan mahasiswa aktif, sehingga dapat memberikan gambaran nyata tentang relevansi keilmuan PPKn di dunia kerja.
“Kami ingin mahasiswa melihat bahwa apa yang mereka pelajari di bangku kuliah memiliki nilai praktis dan bisa menjadi bekal penting dalam berbagai profesi, termasuk di pemerintahan desa atau kelurahan,” ujarnya.

Kegiatan ini mendapat antusiasme dari mahasiswa yang mengikuti podcast secara langsung maupun melalui rekaman digital. Melalui Civic Talk, Prodi PPKn UAD terus berupaya menghadirkan inspirasi, memperkuat jejaring alumni, serta menegaskan kontribusi nyata lulusan PPKn dalam pembangunan masyarakat.
Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan mahasiswa semakin termotivasi untuk mengembangkan kompetensi akademik dan sosial, serta siap menghadapi tantangan dunia kerja yang semakin kompleks.
Dosen PPKn UAD Jadi Pembicara Edukasi Perlindungan Konsumen bagi Perempuan
/in Berita /by Abdurrahman DarojatBantul– Dosen Program Studi PPKn Universitas Ahmad Dahlan (UAD), Dr. Trisna Sukmayadi, M.Pd, menjadi narasumber dalam kegiatan bertajuk peningkatan kesadaran dan kepedulian perempuan di bidang perlindungan konsumen, khususnya terkait hak-hak konsumen seperti makanan dan kosmetik halal. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Majelis Hukum dan HAM Pimpinan Ranting Aisyiyah Banguntapan 2 pada Selasa, 21 April 2026, bertempat di gedung Pimpinan Ranting Aisyiyah Banguntapan 2, Bantul.

Acara dibuka secara resmi oleh Hj. Sumadiyah selaku Ketua Pimpinan Ranting Aisyiyah Banguntapan 2. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya peran perempuan sebagai konsumen cerdas dan kritis, terutama dalam memastikan keamanan serta kehalalan produk yang dikonsumsi oleh keluarga.
Dalam pemaparannya, Dr. Trisna Sukmayadi mengulas secara komprehensif tentang Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen. Ia menjelaskan bahwa undang-undang tersebut memberikan landasan hukum yang kuat bagi masyarakat untuk memahami hak dan kewajibannya sebagai konsumen. Hak-hak tersebut meliputi hak atas kenyamanan, keamanan, dan keselamatan dalam mengonsumsi barang dan/atau jasa, serta hak untuk mendapatkan informasi yang benar, jelas, dan jujur mengenai kondisi produk.

Lebih lanjut, ia juga menyoroti pentingnya literasi konsumen di kalangan perempuan, terutama dalam memilih produk makanan dan kosmetik halal yang aman dan sesuai dengan standar kesehatan. Menurutnya, perempuan memiliki peran strategis dalam menentukan pola konsumsi keluarga, sehingga pemahaman terhadap perlindungan konsumen menjadi sangat krusial.
Kegiatan ini berlangsung dengan antusias, ditandai dengan interaksi aktif peserta melalui sesi tanya jawab. Diharapkan, melalui kegiatan ini, para peserta dapat meningkatkan kesadaran serta kemampuan dalam melindungi diri sebagai konsumen, sekaligus menjadi agen edukasi di lingkungan masing-masing.
Prodi PPKn Gelar Workshop Penyusunan RPS Berbasis OBE Sambut Perkuliahan Semester Gasal 2025/2026
/in Berita /by Abdurrahman DarojatProgram Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) menyelenggarakan kegiatan Workshop Penyusunan Rencana Pembelajaran Semester (RPS) Berbasis Outcome Based Education (OBE) pada tanggal 3–5 Maret 2026. Kegiatan ini diikuti oleh para dosen serta penanggung jawab rumpun keilmuan di lingkungan Prodi PPKn sebagai bagian dari persiapan menghadapi perkuliahan semester gasal tahun akademik 2025/2026.
Workshop ini melibatkan berbagai rumpun keilmuan yang menjadi kekuatan akademik Prodi PPKn, yaitu Ilmu Hukum Ketatanegaraan, Pembelajaran dan Inovasi, Ilmu Negara dan Kajian Kelembagaan, Ilmu Sosial dan Humaniora, Filsafat Moral dan Etika, serta Politik Demokrasi dan Pendidikan Kewarganegaraan. Melalui kegiatan ini, para dosen secara kolaboratif menyusun dan menyelaraskan RPS agar sesuai dengan prinsip Outcome Based Education (OBE), yang menekankan ketercapaian capaian pembelajaran lulusan (CPL) serta relevansi dengan kebutuhan perkembangan keilmuan dan masyarakat.

Ketua Program Studi PPKn, Dr. Dikdik Baehaqi Arif, M.Pd, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan workshop ini menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kualitas proses pembelajaran di program studi. Menurutnya, penyusunan RPS berbasis OBE tidak hanya berfokus pada materi perkuliahan, tetapi juga pada pencapaian kompetensi mahasiswa secara terukur dan sistematis.
“Workshop ini bertujuan untuk memastikan bahwa setiap mata kuliah memiliki perencanaan pembelajaran yang selaras dengan capaian pembelajaran lulusan, kebutuhan kurikulum berbasis OBE, serta perkembangan isu-isu kebangsaan dan kewarganegaraan. Dengan demikian, proses pembelajaran di Prodi PPKn dapat berjalan lebih sistematis, terarah, dan berorientasi pada hasil,” jelas Dr. Dikdik Baehaqi Arif, M.Pd.
Ia juga menambahkan bahwa kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antar dosen dalam merancang pembelajaran yang berkualitas. “Kami berharap melalui workshop ini seluruh dosen dapat menghasilkan RPS yang lebih adaptif, inovatif, dan relevan dengan tantangan zaman, sehingga mampu mendukung tercapainya lulusan PPKn yang memiliki kompetensi akademik, integritas moral, serta komitmen kebangsaan yang kuat,” tambahnya.

Kegiatan workshop berlangsung secara intensif selama tiga hari dengan berbagai sesi diskusi, penyelarasan CPL dan CPMK, penyusunan strategi pembelajaran, serta penguatan sistem penilaian berbasis OBE. Melalui kegiatan ini, Prodi PPKn menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan mutu pembelajaran sebagai bagian dari upaya mencetak generasi warga negara yang kritis, demokratis, dan berkarakter.
Dosen PPKn UAD Hadiri Bedah Buku Badan Pembinaan Ideologi Pancasila
/in Berita /by Abdurrahman Darojat
Yogyakarta, 31 Oktober 2025 — Sejumlah dosen Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) turut hadir dalam kegiatan Bedah Buku “Tafsir Karya-Karya Soekarno” karya Leo Kleden, dkk., dan “Islamikasi Indonesia” karya Prof. Amin Abdullah, anggota Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP). Acara ini diselenggarakan oleh BPIP bekerja sama dengan Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam UIN Sunan Kalijaga serta Pusat Studi Pancasila Universitas Gadjah Mada (UGM), bertempat di Hotel Phoenix, Yogyakarta.
Dosen PPKn UAD yang hadir dalam kegiatan ini antara lain Prof. Sumaryati, Dr. Triwahyuningsih, M.Hum, Mahmuda Maarif, M.Pd, Yasir Marzuqi, M.Pd, dan Abdurrahman Darojat, M.A. Kehadiran para dosen ini menunjukkan komitmen Prodi PPKn UAD dalam mengembangkan kajian kebangsaan dan memperkuat perspektif ideologi Pancasila dalam pendidikan.
Diskusi yang berlangsung interaktif menyoroti pemikiran Soekarno tentang kebangsaan serta gagasan Prof. Amin Abdullah mengenai Islamisasi yang moderat dan kontekstual di Indonesia. Para peserta, termasuk akademisi dan mahasiswa, tampak antusias mengikuti jalannya diskusi dan memberikan pandangan kritis terhadap kedua karya tersebut.
Kegiatan ini diharapkan memperkuat kolaborasi antar perguruan tinggi dan lembaga kebangsaan dalam membumikan nilai-nilai Pancasila serta mengembangkan pemikiran Islam yang inklusif dan humanis di Indonesia.
PPKn UAD Gelar Kuliah Tamu dan Jalin Kerja Sama dengan Universitas Lambung Mangkurat
/in Berita /by Abdurrahman Darojat
Yogyakarta, 22 Oktober 2025 — Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menggelar kegiatan kuliah dosen tamu dengan menghadirkan Habibah Pidi Rohmatu, M.Pd, dosen Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Universitas Lambung Mangkurat (ULM) sebagai narasumber pada mata kuliah Desain Pembelajaran yang diampu oleh Dr. Trisna Sukmayadi, M.Pd.
Kegiatan ini tidak hanya menjadi forum akademik, tetapi juga momentum penting untuk memperkuat kolaborasi antarperguruan tinggi. Dalam kesempatan yang sama, dilakukan penandatanganan perjanjian kerja sama antara Prodi PPKn UAD dan Jurusan PPKn Universitas Lambung Mangkurat, yang ditandatangani langsung oleh Dr. Dikdik Baehaqi Arif, M.Pd, selaku Kaprodi PPKn UAD, bersama perwakilan dosen dari ULM.

Dalam sambutannya, Dr. Dikdik menyampaikan apresiasi dan harapan besar atas terjalinnya kerja sama ini. “Kami berharap kolaborasi ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat tridarma perguruan tinggi, khususnya dalam pengembangan kurikulum, penelitian, dan publikasi ilmiah bersama,” ujarnya.
Habibah Pidi Rohmatu, M.Pd, dalam kuliahnya, menekankan pentingnya inovasi dan kreativitas dalam merancang desain pembelajaran yang berpusat pada mahasiswa. Ia juga mengapresiasi atmosfer akademik PPKn UAD yang terbuka terhadap kerja sama lintas universitas.
Kegiatan ini diakhiri dengan sesi diskusi interaktif antara mahasiswa dan narasumber yang berjalan dinamis dan inspiratif, menegaskan semangat kolaboratif dalam penguatan pendidikan kewarganegaraan di era global.

Kampus 4 (Kampus Utama)
Universitas Ahmad Dahlan
Jl. Ahmad Yani (Ringroad Selatan) Tamanan Banguntapan Bantul Yogyakarta 55166
Telepon : (0274) 563515, 511830, 379418, 371120 Ext. –
Faximille : 0274-564604
Email : bsi[at]uad.ac.id
Daftar di UAD dan kembangkan potensimu dengan banyak program yang bisa dipilih untuk calon mahasiswa
Informasi PMB
Universitas Ahmad Dahlan
Telp. (0274) 563515
Hotline PMB
S1 – 0853-8500-1960
S2 – 0878-3827-1960


