PPKn UAD Perkuat Visi “PPKn Transformatif” Melalui Integrasi AIK dan Etika Politik
Yogyakarta – Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) terus memperkuat komitmennya dalam mengembangkan pendidikan kewarganegaraan yang unggul dan berkarakter melalui penyelenggaraan Workshop Integrasi Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK) ke dalam Rumpun Keilmuan PPKn pada 15 April 2026. Kegiatan yang dipandu oleh dosen PPKn UAD, Syifa Siti Aulia, M.Pd ini menjadi bagian dari upaya strategis program studi dalam menyongsong implementasi Kurikulum 2025 sekaligus mempersiapkan asesmen lapangan akreditasi.

integrasi AIK dalam PKn
Workshop ini mengusung paradigma Tauhidul Ulum atau unifikasi ilmu sebagai landasan integrasi nilai-nilai AIK ke dalam berbagai rumpun keilmuan PPKn. Pendekatan tersebut diharapkan mampu memperkuat identitas keilmuan PPKn UAD yang tidak hanya berorientasi pada penguasaan ilmu pengetahuan, tetapi juga pada pembentukan karakter dan tanggung jawab sosial mahasiswa.
Pada sesi pertama, Dr. Didik Baihaqi Arif, M.Pd menjelaskan bahwa integrasi AIK tidak boleh dipahami sekadar sebagai penyisipan ayat Al-Qur’an atau hadis dalam materi perkuliahan. Menurutnya, integrasi AIK harus diwujudkan dalam pembangunan paradigma keilmuan yang utuh dan transformatif, berlandaskan nilai tauhid, kemanusiaan, keadilan, serta kemaslahatan.
“Tujuan akhirnya adalah membentuk transformative citizen atau warga negara transformatif, yaitu warga negara yang tidak hanya cerdas dan baik, tetapi juga memiliki kemampuan untuk mentransformasi diri, lingkungan, dan masyarakat menuju perubahan sosial yang lebih bermakna,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa konsep warga negara transformatif sejalan dengan misi pendidikan Muhammadiyah yang menempatkan ilmu pengetahuan sebagai sarana membangun peradaban yang berkemajuan. Oleh karena itu, integrasi AIK perlu hadir dalam aspek kurikulum, pembelajaran, penelitian, hingga pengabdian kepada masyarakat.
Sementara itu, pada sesi berikutnya, dosen PPKn UAD, Abdurrahman Darojat, M.A mengulas integrasi AIK dalam perspektif politik dan kewarganegaraan. Ia menekankan bahwa politik dalam pandangan Islam dan Muhammadiyah merupakan bentuk amanah untuk mewujudkan kemaslahatan publik, menegakkan keadilan, serta menghadirkan kesejahteraan bagi seluruh warga negara.
Menurutnya, pemahaman tersebut sejalan dengan konsep Muhammadiyah sebagai Darul Ahdi wa Syahadah, yaitu negara sebagai hasil konsensus kebangsaan sekaligus ruang pengabdian untuk mewujudkan nilai-nilai keislaman dan kemanusiaan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
“Integrasi AIK dalam kajian politik dan kewarganegaraan harus mampu melahirkan warga negara yang memiliki karakter profetik, seperti jujur (shiddiq), amanah, tabligh, dan fathanah. Nilai-nilai ini menjadi fondasi penting dalam membangun budaya politik yang beretika dan demokratis,” ungkapnya.
Workshop berlangsung secara interaktif dengan melibatkan dosen dari berbagai rumpun keilmuan di lingkungan PPKn UAD. Para peserta mendiskusikan berbagai strategi integrasi AIK dalam mata kuliah, penelitian, serta pengembangan kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE).
Melalui kegiatan ini, PPKn UAD semakin meneguhkan visinya sebagai program studi yang mengembangkan PPKn Transformatif, yaitu pendidikan kewarganegaraan yang memadukan nilai-nilai keislaman, keilmuan, dan kebangsaan. Dengan demikian, lulusan yang dihasilkan tidak hanya memiliki kecerdasan kewargaan (civic competence) dan kebajikan kewargaan (civic virtue), tetapi juga berkarakter religius, demokratis, inklusif, serta mampu menjadi agen perubahan dalam menghadapi tantangan disrupsi digital, krisis moral, dan dinamika kehidupan global.


