Pos
Mahasiswa PPKn UAD Jalankan Program Konselor Sebaya untuk Perkuat Kesehatan Mental Mahasiswa
/in Berita /by Abdurrahman DarojatYogyakarta – Mahasiswa Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) Universitas Ahmad Dahlan (UAD), Shavila Adistyan, menginisiasi kegiatan Konselor Sebaya PPKn yang berlangsung di Laboratorium PPKn UAD pada Senin, 15 Juni 2026. Program ini menjadi bagian dari upaya penguatan kesejahteraan psikologis mahasiswa sekaligus membangun budaya saling mendukung di lingkungan akademik.
Kegiatan yang diikuti mahasiswa PPKn tersebut mengangkat tema orientasi program konselor sebaya dan pengelolaan kecemasan (anxiety management). Dalam sesi yang berlangsung interaktif, peserta tidak hanya memperoleh materi teoritis, tetapi juga diajak berdiskusi dan berbagi pengalaman terkait dinamika kehidupan perkuliahan, kesehatan mental, serta strategi menghadapi berbagai tantangan akademik.

konselor sebaya PPKn UAD
Sebagai konselor sebaya, Shavila Adistyan menjelaskan bahwa program ini bertujuan menjadi wadah bagi mahasiswa untuk tumbuh dan belajar bersama dalam lingkungan yang suportif. Melalui pendekatan berbasis teman sebaya, mahasiswa diharapkan lebih nyaman untuk berbagi pengalaman, mengungkapkan permasalahan yang dihadapi, dan menemukan solusi secara kolaboratif.
Dalam kegiatan tersebut, Shavila juga membagikan pengalaman akademik dan kemahasiswaannya selama menjalani perkuliahan di UAD. Berbagai topik dibahas, mulai dari penyusunan portofolio dan CV mahasiswa, pengelolaan kegiatan kemahasiswaan, pemanfaatan fasilitas kampus, hingga layanan kesehatan dan konseling yang tersedia bagi mahasiswa. Selain itu, peserta mendapatkan materi mengenai pengenalan gejala kecemasan, pentingnya menjaga kesehatan mental, serta teknik sederhana untuk mengelola stres dan tekanan akademik.

penyampaian materi konselor
Salah satu materi yang mendapat perhatian peserta adalah strategi praktis menghadapi kecemasan melalui teknik relaksasi, pengelolaan emosi, dan pengembangan mekanisme coping yang sehat. Mahasiswa juga memperoleh edukasi mengenai kewaspadaan terhadap kejahatan siber berbasis manipulasi emosional di media sosial serta pentingnya menjaga keamanan identitas pribadi.
Ketua Program Studi PPKn UAD, Dr. Dikdik Baihaqi Arif, M.Pd., memberikan dukungan terhadap pelaksanaan program Konselor Sebaya sebagai bagian dari pengembangan karakter mahasiswa yang sejalan dengan visi UAD dalam mewujudkan lingkungan kampus yang sehat, inklusif, dan berkemajuan.
Melalui program ini, Prodi PPKn UAD berharap mahasiswa tidak hanya berkembang secara akademik, tetapi juga memiliki ketahanan mental, kemampuan komunikasi interpersonal, serta kepedulian sosial yang kuat. Kehadiran konselor sebaya diharapkan menjadi ruang aman bagi mahasiswa untuk saling mendukung dan membangun budaya kampus yang lebih sehat dan produktif.
Mahasiswa PPKn UAD Pelajari Pemberdayaan Ekonomi Desa Melalui Kuliah Lapangan di BUMDes Estu Mukti Bejalen
/in Berita /by Abdurrahman DarojatSemarang – Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menyelenggarakan kuliah lapangan Mata Kuliah Ekonomi Kewarganegaraan bagi mahasiswa angkatan 2023 di Desa Bejalen, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang, pada Sabtu, 20 Juni 2026. Kegiatan ini bertujuan memberikan pengalaman belajar langsung kepada mahasiswa mengenai praktik pemberdayaan ekonomi masyarakat desa melalui pengelolaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

Kuliah lapangan PPkn UAD
Rombongan mahasiswa PPKn UAD disambut oleh Kepala Seksi Pelayanan Desa Bejalen, Dardiri, serta Direktur BUMDes Estu Mukti, Apri Kusworo. Dalam sambutannya, Apri Kusworo menjelaskan perkembangan Desa Bejalen yang saat ini telah masuk kategori desa maju dengan berbagai inovasi ekonomi berbasis potensi lokal.
Menurut Apri, keberhasilan Desa Bejalen tidak terlepas dari sinergi antara pemerintah desa, BUMDes, dan masyarakat dalam mengembangkan sektor pariwisata serta usaha produktif yang mampu meningkatkan kesejahteraan warga. Salah satu ikon desa adalah kawasan wisata Kampung Rawa yang memanfaatkan keindahan Danau Rawa Pening sebagai destinasi unggulan.
Dosen pendamping, Abdurrahman Darojat, M.A., menjelaskan bahwa kuliah lapangan ini dirancang untuk memperkuat pemahaman mahasiswa mengenai konsep ekonomi kewarganegaraan yang selama ini dipelajari di kelas.
“Kuliah lapangan ini bertujuan memberikan pengalaman empiris kepada mahasiswa tentang bagaimana pemberdayaan ekonomi masyarakat desa dijalankan secara nyata melalui kelembagaan BUMDes. Mahasiswa diharapkan mampu mengaitkan teori ekonomi kerakyatan, partisipasi masyarakat, dan pembangunan desa dengan praktik yang mereka temui langsung di lapangan,” jelasnya.
Selama kegiatan, mahasiswa diajak meninjau berbagai unit usaha yang dikelola BUMDes Estu Mukti, di antaranya peternakan ayam yang menjadi salah satu sumber pendapatan desa. Selain itu, mahasiswa juga mengunjungi kawasan wisata Kampung Rawa dan berkesempatan berkeliling Danau Rawa Pening menggunakan kapal wisata untuk melihat secara langsung potensi ekonomi yang dikembangkan masyarakat setempat.

kuliah lapangan ppkn uad
Perwakilan mahasiswa, Mirza Khoirul Azam dan Deska Zahra Wulandari, menyampaikan antusiasme mereka terhadap kegiatan tersebut. Menurut mereka, kuliah lapangan memberikan wawasan baru mengenai pentingnya peran masyarakat dan pemerintah desa dalam mengelola potensi lokal secara berkelanjutan.
“Kami memperoleh pengalaman yang sangat berharga karena dapat melihat langsung bagaimana BUMDes menjadi instrumen pemberdayaan ekonomi masyarakat. Kegiatan ini membuat kami lebih memahami implementasi ekonomi kewarganegaraan dalam pembangunan desa,” ungkap Mirza.
Senada dengan itu, Deska Zahra Wulandari menyatakan bahwa kunjungan lapangan membantu mahasiswa memahami hubungan antara partisipasi warga, pengelolaan sumber daya lokal, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Melalui kegiatan ini, Program Studi PPKn UAD terus berkomitmen menghadirkan pembelajaran kontekstual yang menghubungkan teori dengan praktik lapangan. Kuliah lapangan di Desa Bejalen menjadi sarana bagi mahasiswa untuk memahami secara langsung bagaimana pemberdayaan ekonomi masyarakat desa dapat diwujudkan melalui tata kelola yang partisipatif, inovatif, dan berorientasi pada kesejahteraan warga.
PPKn UAD Perkuat Visi “PPKn Transformatif” Melalui Integrasi AIK dan Etika Politik
/in Berita /by Abdurrahman DarojatYogyakarta – Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) terus memperkuat komitmennya dalam mengembangkan pendidikan kewarganegaraan yang unggul dan berkarakter melalui penyelenggaraan Workshop Integrasi Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK) ke dalam Rumpun Keilmuan PPKn pada 15 April 2026. Kegiatan yang dipandu oleh dosen PPKn UAD, Syifa Siti Aulia, M.Pd ini menjadi bagian dari upaya strategis program studi dalam menyongsong implementasi Kurikulum 2025 sekaligus mempersiapkan asesmen lapangan akreditasi.

integrasi AIK dalam PKn
Workshop ini mengusung paradigma Tauhidul Ulum atau unifikasi ilmu sebagai landasan integrasi nilai-nilai AIK ke dalam berbagai rumpun keilmuan PPKn. Pendekatan tersebut diharapkan mampu memperkuat identitas keilmuan PPKn UAD yang tidak hanya berorientasi pada penguasaan ilmu pengetahuan, tetapi juga pada pembentukan karakter dan tanggung jawab sosial mahasiswa.
Pada sesi pertama, Dr. Didik Baihaqi Arif, M.Pd menjelaskan bahwa integrasi AIK tidak boleh dipahami sekadar sebagai penyisipan ayat Al-Qur’an atau hadis dalam materi perkuliahan. Menurutnya, integrasi AIK harus diwujudkan dalam pembangunan paradigma keilmuan yang utuh dan transformatif, berlandaskan nilai tauhid, kemanusiaan, keadilan, serta kemaslahatan.
“Tujuan akhirnya adalah membentuk transformative citizen atau warga negara transformatif, yaitu warga negara yang tidak hanya cerdas dan baik, tetapi juga memiliki kemampuan untuk mentransformasi diri, lingkungan, dan masyarakat menuju perubahan sosial yang lebih bermakna,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa konsep warga negara transformatif sejalan dengan misi pendidikan Muhammadiyah yang menempatkan ilmu pengetahuan sebagai sarana membangun peradaban yang berkemajuan. Oleh karena itu, integrasi AIK perlu hadir dalam aspek kurikulum, pembelajaran, penelitian, hingga pengabdian kepada masyarakat.
Sementara itu, pada sesi berikutnya, dosen PPKn UAD, Abdurrahman Darojat, M.A mengulas integrasi AIK dalam perspektif politik dan kewarganegaraan. Ia menekankan bahwa politik dalam pandangan Islam dan Muhammadiyah merupakan bentuk amanah untuk mewujudkan kemaslahatan publik, menegakkan keadilan, serta menghadirkan kesejahteraan bagi seluruh warga negara.
Menurutnya, pemahaman tersebut sejalan dengan konsep Muhammadiyah sebagai Darul Ahdi wa Syahadah, yaitu negara sebagai hasil konsensus kebangsaan sekaligus ruang pengabdian untuk mewujudkan nilai-nilai keislaman dan kemanusiaan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
“Integrasi AIK dalam kajian politik dan kewarganegaraan harus mampu melahirkan warga negara yang memiliki karakter profetik, seperti jujur (shiddiq), amanah, tabligh, dan fathanah. Nilai-nilai ini menjadi fondasi penting dalam membangun budaya politik yang beretika dan demokratis,” ungkapnya.
Workshop berlangsung secara interaktif dengan melibatkan dosen dari berbagai rumpun keilmuan di lingkungan PPKn UAD. Para peserta mendiskusikan berbagai strategi integrasi AIK dalam mata kuliah, penelitian, serta pengembangan kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE).
Melalui kegiatan ini, PPKn UAD semakin meneguhkan visinya sebagai program studi yang mengembangkan PPKn Transformatif, yaitu pendidikan kewarganegaraan yang memadukan nilai-nilai keislaman, keilmuan, dan kebangsaan. Dengan demikian, lulusan yang dihasilkan tidak hanya memiliki kecerdasan kewargaan (civic competence) dan kebajikan kewargaan (civic virtue), tetapi juga berkarakter religius, demokratis, inklusif, serta mampu menjadi agen perubahan dalam menghadapi tantangan disrupsi digital, krisis moral, dan dinamika kehidupan global.
Dosen PPKn UAD Jadi Pemateri Workshop Dinsosnakertrans Kota Yogyakarta, Bahas Link and Match Dunia Kerja dan Penguatan Civic Skills
/in Berita /by Abdurrahman Darojat
dosen ppkn uad menjadi pemateri di kegiatan workshop dinsosnakertrans kota yogyakarta
Yogyakarta, 12 Juni 2026 – Dosen Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) Universitas Ahmad Dahlan (UAD), Mahmuda Ma’arif, M.Pd., menjadi pemateri dalam Workshop yang diselenggarakan oleh Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kota Yogyakarta pada Jumat (12/6/2026) di Kantor Dinsosnakertrans Kota Yogyakarta. Kegiatan ini diikuti oleh pengelola Bursa Kerja Khusus (BKK) SMK se-Kota Yogyakarta serta perwakilan berbagai perusahaan sebagai upaya memperkuat sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan lembaga pendidikan dalam menyiapkan sumber daya manusia yang unggul, adaptif, dan siap menghadapi tantangan dunia kerja.
Acara dibuka dengan sambutan dari perwakilan Dinsosnakertrans Kota Yogyakarta yang menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, institusi pendidikan, dan sektor industri dalam membangun ekosistem ketenagakerjaan yang responsif terhadap perkembangan zaman. Dalam sambutannya disampaikan bahwa keberhasilan pembangunan sumber daya manusia tidak hanya diukur dari banyaknya lulusan yang memperoleh pekerjaan, tetapi juga dari kemampuan mereka untuk bertahan, berkembang, dan berkontribusi secara positif di lingkungan kerja.
Dalam sesi utama, Mahmuda Ma’arif menyampaikan materi bertajuk “Link and Match Dunia Kerja: Peran Bursa Kerja Khusus (BKK) dalam Menyiapkan Lulusan yang Kompeten, Adaptif, dan Berkarakter.” Ia menjelaskan bahwa konsep link and match tidak boleh dipahami sebatas mempertemukan lulusan dengan lowongan pekerjaan, melainkan harus menjadi proses strategis yang menyelaraskan kompetensi, minat, karakter, kesiapan sosial, serta kebutuhan dunia usaha dan dunia industri.
Menurutnya, BKK memiliki peran yang jauh lebih luas sebagai pusat pengembangan karier yang mampu memetakan kompetensi lulusan, memberikan pembekalan budaya kerja, melatih komunikasi profesional, hingga memfasilitasi job matching yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan. “BKK harus menjadi ruang sinkronisasi antara sekolah, dunia usaha, pemerintah, dan alumni sehingga menghasilkan lulusan yang benar-benar siap menghadapi perubahan dunia kerja,” jelasnya.

dosen ppkn uad menjadi pemateri di kegiatan workshop dinsosnakertrans kota yogyakarta
Selain membahas peran BKK, Mahmuda juga memaparkan materi mengenai penguatan civic skills dan kesiapan sosial lulusan dalam memasuki dunia kerja. Ia menekankan bahwa perusahaan masa kini tidak hanya membutuhkan tenaga kerja yang memiliki kompetensi teknis, tetapi juga individu yang mampu bekerja sama, berkomunikasi secara efektif, menjunjung tinggi integritas, disiplin, bertanggung jawab, menghargai keberagaman, serta mampu beradaptasi dengan budaya organisasi dan perkembangan teknologi.
“Keberhasilan seseorang di dunia kerja tidak hanya ditentukan oleh hard skills, tetapi juga oleh karakter, etika, kemampuan beradaptasi, dan kemauan untuk terus belajar. Civic skills menjadi fondasi penting agar lulusan mampu bertahan dan berkembang di tengah dinamika dunia kerja yang terus berubah,” ungkapnya.
Dalam paparannya, ia juga menyoroti tantangan generasi muda di era digital, seperti meningkatnya minat terhadap pekerjaan fleksibel, tingginya mobilitas kerja, serta kebutuhan akan lingkungan kerja yang mendukung pengembangan diri. Oleh karena itu, BKK didorong untuk tidak hanya menjadi penyedia informasi lowongan, tetapi juga menjadi pusat pembinaan karier melalui pelatihan budaya kerja, simulasi komunikasi profesional, konseling karier, hingga penguatan karakter dan etika kerja.
Workshop berlangsung secara interaktif dengan melibatkan pengelola BKK SMK dan perwakilan perusahaan dalam sesi diskusi. Para peserta antusias menyampaikan berbagai pengalaman terkait penyaluran lulusan, kebutuhan kompetensi di dunia industri, hingga tantangan mempertahankan tenaga kerja muda yang adaptif dan berkarakter. Diskusi tersebut menghasilkan berbagai gagasan mengenai pentingnya kolaborasi berkelanjutan antara sekolah, BKK, pemerintah, dan perusahaan dalam membangun ekosistem ketenagakerjaan yang lebih efektif.
Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan. Pengelola BKK SMK memperoleh wawasan baru mengenai strategi memperkuat layanan karier dan pendampingan lulusan, sementara pihak perusahaan dapat menyampaikan secara langsung kebutuhan kompetensi yang relevan dengan perkembangan industri saat ini.
Melalui workshop ini, diharapkan terjalin sinergi yang semakin erat antara Dinsosnakertrans Kota Yogyakarta, BKK SMK, dunia usaha, dan institusi pendidikan dalam mewujudkan lulusan yang tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga adaptif, berkarakter, memiliki civic skills yang kuat, serta mampu berkontribusi secara produktif dan berkelanjutan di dunia kerja maupun dalam kehidupan bermasyarakat.
Mahasiswa PPKn UAD Lolos Pendanaan PPK ORMAWA 2026, Usung Pemberdayaan UMKM Desa Pengkol Berbasis Ekonomi Kreatif dan Technopreneurship
/in Aktifitas Prodi, Berita /by Abdurrahman DarojatYogyakarta – Prestasi membanggakan kembali diraih oleh mahasiswa Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) Universitas Ahmad Dahlan (UAD). Dua mahasiswa angkatan 2024, Liana Fauzriyah dan Ningrum Widyastuti, yang tergabung dalam Tim Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK ORMAWA) BEM Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UAD, berhasil lolos pendanaan Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK ORMAWA) Tahun 2026.

mahasiswa ppkn uad menjadi anggota tim ppk ormawa lolos pendanaan kementerian
Tim tersebut mengangkat program bertajuk “Pemberdayaan UMKM Lokal di Desa Pengkol, Gunungkidul, Berbasis Ekonomi Kreatif dan Technopreneurship melalui Model Participatory Action Research.” Program ini hadir sebagai bentuk komitmen mahasiswa dalam mendorong penguatan ekonomi masyarakat desa melalui inovasi, kolaborasi, dan pemanfaatan teknologi.
Melalui pendekatan Participatory Action Research (PAR), masyarakat Desa Pengkol akan dilibatkan secara aktif dalam setiap tahapan program, mulai dari identifikasi kebutuhan, perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi. Pendekatan ini diharapkan mampu menghasilkan solusi yang sesuai dengan potensi lokal sekaligus meningkatkan kapasitas pelaku UMKM dalam menghadapi tantangan ekonomi digital.
Fokus utama program adalah mengembangkan ekonomi kreatif dan technopreneurship sebagai strategi pemberdayaan UMKM. Berbagai kegiatan yang dirancang meliputi pelatihan inovasi produk, penguatan branding dan pemasaran digital, pemanfaatan media sosial, hingga pengembangan jejaring usaha yang berkelanjutan. Dengan demikian, UMKM lokal diharapkan mampu meningkatkan daya saing dan memperluas akses pasar.
Keberhasilan Liana Fauzriyah dan Ningrum Widyastuti menjadi bagian dari tim yang lolos pendanaan nasional ini menunjukkan bahwa mahasiswa PPKn UAD tidak hanya memiliki kompetensi akademik, tetapi juga mampu berkontribusi secara nyata dalam pembangunan masyarakat melalui program pengabdian yang inovatif dan berdampak.
Ketua Program Studi PPKn UAD, Dr. Dikdik Baihaqi Arif, M.Pd., menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh atas capaian tersebut. Menurutnya, keberhasilan ini merupakan bukti bahwa mahasiswa PPKn mampu mengimplementasikan nilai-nilai kepemimpinan, kolaborasi, dan kepedulian sosial dalam bentuk aksi nyata di tengah masyarakat.
“Kami sangat bangga atas keberhasilan Liana Fauzriyah dan Ningrum Widyastuti bersama Tim PPK ORMAWA BEM FKIP UAD yang berhasil memperoleh pendanaan PPK ORMAWA 2026. Semoga program ini dapat berjalan dengan baik, memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat Desa Pengkol, serta menjadi inspirasi bagi mahasiswa lain untuk terus berkarya, berinovasi, dan mengabdikan ilmunya demi kemajuan bangsa,” ungkap Dr. Dikdik Baihaqi Arif, M.Pd.
Beliau juga berharap program ini dapat menjadi model kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam membangun kemandirian ekonomi desa melalui pendekatan partisipatif yang berkelanjutan. Selain memberikan dampak bagi masyarakat, kegiatan ini juga menjadi sarana bagi mahasiswa untuk mengasah kemampuan kepemimpinan, penelitian, serta pengabdian yang selaras dengan semangat Merdeka Belajar dan Tri Dharma Perguruan Tinggi.
Keberhasilan ini semakin memperkuat komitmen PPKn UAD dalam mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian sosial, jiwa kewirausahaan, dan kemampuan menjadi agen perubahan yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan Indonesia.
Bekali Calon Guru di Era Global, PPKn UAD Gelar Meet the Expert tentang Literasi Digital dan TPACK
/in Berita /by Abdurrahman DarojatYOGYAKARTA – Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menggelar kegiatan Meet the Expert secara luring dan daring dengan menghadirkan pakar dari Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Dr. Dede Iswandi, M.Pd. Kegiatan yang dipandu oleh Kaprodi PPKn UAD, Dr. Dikdik Baihaqi Arif, M.Pd., ini merupakan implementasi kerja sama akademik antara PPKn UAD dan PPKn UPI yang telah terjalin sejak tahun 2023.

Dalam pemaparannya, Dr. Dede menegaskan bahwa guru PPKn di era digital tidak hanya berperan sebagai penyampai materi, tetapi juga sebagai arsitek warga negara digital yang berkarakter Pancasila. Menurutnya, perkembangan teknologi yang sangat cepat menuntut calon guru untuk memiliki kemampuan beradaptasi dan memanfaatkan teknologi secara efektif dalam proses pembelajaran.
Ia juga menekankan pentingnya penguasaan kerangka TPACK (Technological Pedagogical Content Knowledge), yaitu kemampuan mengintegrasikan teknologi, strategi pedagogis, dan penguasaan materi secara utuh. Selain itu, peserta diperkenalkan dengan berbagai aplikasi pembelajaran digital serta pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) untuk mendukung aktivitas belajar mengajar.
Kegiatan semakin menarik dengan sesi berbagi pengalaman dari Hasanatun Kamila, mahasiswa PPKn UAD yang mengikuti program SEA Teacher di Filipina. Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan semakin siap menjadi guru profesional yang adaptif terhadap perkembangan teknologi global, sekaligus mampu menanamkan nilai-nilai Pancasila kepada generasi muda.
Workshop Public Speaking PPKn UAD Tingkatkan Kepercayaan Diri Mahasiswa
/in Berita /by Abdurrahman Darojat
Workshop public speaking PPKn UAD
YOGYAKARTA – Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) Universitas Ahmad Dahlan mengadakan workshop public speaking bagi mahasiswa PPKn pada Jumat, 22 Mei 2026. Kegiatan yang dilaksanakan di ruang School Civic Education Laboratory PPKn tersebut menghadirkan Umi Hawa Habibah, alumni PPKn UAD sekaligus founder Soalbicara.id, sebagai narasumber utama.
Workshop ini diselenggarakan sebagai upaya untuk mengembangkan kemampuan komunikasi mahasiswa, terutama dalam berbicara di depan umum. Dalam penyampaian materinya, Umi Hawa Habibah menekankan bahwa keterampilan public speaking menjadi kemampuan penting bagi mahasiswa, khususnya calon pendidik, agar mampu menyampaikan ide dan gagasan secara efektif.
Menurutnya, kemampuan berbicara di depan publik tidak hanya berkaitan dengan keberanian tampil, tetapi juga tentang bagaimana seseorang dapat membangun komunikasi yang jelas, menarik, dan mudah dipahami audiens.
Dosen PPKn UAD, Yasir Marzuqi, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk komitmen Prodi PPKn UAD dalam memberikan penguatan soft skills kepada mahasiswa agar lebih siap menghadapi tantangan akademik maupun dunia kerja.
“Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan rasa percaya diri mahasiswa serta membentuk kemampuan komunikasi yang baik dalam berbagai situasi,” ujarnya.
Para peserta terlihat antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Tidak hanya mendengarkan materi, mahasiswa juga terlibat aktif dalam sesi praktik dan simulasi public speaking yang berlangsung interaktif.
Mahasiswa PPKn, Alvelin Souza Aurora, mengungkapkan bahwa workshop tersebut memberikan pengalaman dan wawasan baru mengenai teknik berbicara di depan umum yang efektif. Ia merasa kegiatan ini sangat membantu dalam meningkatkan kepercayaan diri.
Sementara itu, M. Nukriansyah menilai materi yang diberikan sangat bermanfaat dan dapat diterapkan dalam kehidupan perkuliahan maupun aktivitas organisasi.
Melalui workshop ini, Prodi PPKn UAD berharap mahasiswa semakin terampil dalam berkomunikasi, memiliki keberanian tampil di depan publik, serta mampu menjadi generasi yang aktif dan inspiratif di tengah masyarakat.
Civic Talk PPKn UAD Hadirkan Alumni, Bahas Tantangan Menjadi Guru Inspiratif di Era Digital
/in Berita /by Abdurrahman DarojatYOGYAKARTA – Program Studi PPKn FKIP Universitas Ahmad Dahlan kembali menyelenggarakan kegiatan Civic Talk pada 18 Mei 2026 di ruang podcast Laboratorium PPKn. Kegiatan ini menghadirkan alumni PPKn tahun 2008, Nisalia Duwata, yang saat ini berkiprah sebagai guru Pendidikan Pancasila di SMPN 1 Magelang. Acara dipandu oleh dosen PPKn UAD, Mahmuda Ma’arif selaku moderator.

Dalam sesi podcast tersebut, Nisalia membagikan pengalaman dan perjalanan kariernya sebagai guru Pendidikan Pancasila yang berupaya menjadi sosok inspiratif bagi peserta didik di sekolah. Menurutnya, guru PPKn tidak hanya bertugas menyampaikan materi pembelajaran, tetapi juga menjadi teladan dalam membangun karakter, sikap demokratis, dan nilai-nilai kebangsaan di lingkungan sekolah.
Nisalia menjelaskan bahwa berbagai mata kuliah yang dipelajari selama kuliah di PPKn UAD memiliki relevansi kuat dengan praktik pembelajaran di kelas saat ini. Salah satunya adalah mata kuliah Ilmu Negara yang membantu dirinya memahami konsep nilai, norma, dan kehidupan bernegara untuk kemudian diterapkan dalam pembelajaran kontekstual kepada siswa.
“Materi seperti nilai dan norma dalam kehidupan sehari-hari sangat dekat dengan realitas siswa. Ketika mengajar, guru harus mampu menghubungkan teori dengan persoalan nyata agar siswa lebih mudah memahami dan menerapkannya dalam kehidupan,” ungkap Nisalia.
Ia juga menyoroti tantangan menjadi guru di era saat ini, terutama di tengah perkembangan teknologi digital dan perubahan karakter generasi muda. Menurutnya, guru dituntut untuk terus kreatif, adaptif, dan mampu membangun komunikasi yang baik dengan siswa agar proses pembelajaran tetap menarik dan bermakna.
Selain itu, Nisalia menekankan pentingnya keteladanan guru dalam membentuk karakter peserta didik. Guru PPKn, menurutnya, memiliki peran strategis dalam menanamkan nilai toleransi, tanggung jawab, dan semangat kebangsaan di tengah dinamika sosial masyarakat yang semakin kompleks.
Melalui kegiatan Civic Talk ini, Prodi PPKn FKIP UAD berharap mahasiswa memperoleh wawasan dan motivasi dari pengalaman para alumni yang telah berkiprah di dunia pendidikan. Kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat hubungan antara alumni, dosen, dan mahasiswa dalam pengembangan pendidikan kewarganegaraan yang relevan dengan tantangan zaman.
Prodi PPKn UAD Tinggalkan Kesan Mendalam bagi Peserta SEA Teacher Batch XI
/in Berita /by Abdurrahman DarojatYOGYAKARTA – Program Studi PPKn Universitas Ahmad Dahlan turut memeriahkan kegiatan Closing Ceremony SEA Teacher Batch XI yang diselenggarakan di Educator Hall FKIP UAD pada Jumat, 8 Mei 2026. Program internasional ini diikuti oleh mahasiswa dari Central Luzon State University dan Adamson University.

Kegiatan penutupan berlangsung hangat dan penuh kebersamaan setelah para peserta menjalani berbagai aktivitas akademik, praktik pembelajaran, serta pengenalan budaya selama berada di UAD. Program SEA Teacher menjadi sarana pertukaran pengalaman pendidikan sekaligus mempererat hubungan antarperguruan tinggi di kawasan Asia Tenggara.
Salah satu mahasiswa asal Central Luzon State University, Gianela Asley R. Castillo, mengaku memiliki pengalaman berkesan selama mengikuti kegiatan bersama Prodi PPKn UAD. Ia mengaku tertarik dengan podcast yang diselenggarakan oleh Prodi PPKn karena menghadirkan suasana diskusi yang interaktif dan memperkaya wawasan mengenai pendidikan dan budaya Indonesia.
Selain kegiatan akademik, Gianela juga menikmati pengalaman mencoba berbagai makanan tradisional Indonesia yang menurutnya memiliki cita rasa khas dan unik. Pengalaman tersebut menjadi salah satu kenangan yang tidak terlupakan selama mengikuti program pertukaran mahasiswa di UAD.
Perwakilan Prodi PPKn UAD, Abdurrahman Darojat, menyampaikan apresiasi atas partisipasi mahasiswa internasional dalam program SEA Teacher Batch XI. Ia berharap pengalaman belajar dan budaya yang diperoleh selama berada di UAD dapat memberikan manfaat bagi masa depan para peserta.
“Semoga pengalaman selama mengikuti program di UAD menjadi bekal yang baik untuk masa depan dan menginspirasi dalam perjalanan akademik maupun karier di dunia pendidikan,” ujarnya.
Melalui program SEA Teacher, Prodi PPKn UAD terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung internasionalisasi pendidikan serta memperluas jejaring kerja sama global di bidang pendidikan dan kebudayaan.

Kampus 4 (Kampus Utama)
Universitas Ahmad Dahlan
Jl. Ahmad Yani (Ringroad Selatan) Tamanan Banguntapan Bantul Yogyakarta 55166
Telepon : (0274) 563515, 511830, 379418, 371120 Ext. –
Faximille : 0274-564604
Email : bsi[at]uad.ac.id
Daftar di UAD dan kembangkan potensimu dengan banyak program yang bisa dipilih untuk calon mahasiswa
Informasi PMB
Universitas Ahmad Dahlan
Telp. (0274) 563515
Hotline PMB
S1 – 0853-8500-1960
S2 – 0878-3827-1960


