Menyalakan Api Peradaban: Transformasi Guru PKn dari Pengajar Menjadi Inspirator
Maumere – Seminar Nasional Kewarganegaraan yang diselenggarakan oleh Program Studi PKn Universitas Muhammadiyah Maumere (Unimof) menekankan pentingnya reorientasi paradigma pendidikan di Indonesia. Menghadirkan Dr. Dikdik Baehaqi Arif, M.Pd selaku ahli Pendidikan Kewarganegaraan dan juga Kaprodi PPKn UAD sebagai narasumber utama, acara bertajuk “Guru PKn sebagai Agen Transformasi” ini menyoroti urgensi pembentukan transformative citizen.

Dr. Dikdik memaparkan materi dalam seminar nasional PKn
Dr. Dikdik memaparkan bahwa mencetak warga negara yang sekadar cerdas (smart) dan baik (good) kini tidak lagi mencukupi tantangan zaman. Melalui pendekatan PKn Transformatif, pendidikan harus mampu melahirkan individu yang memiliki kesadaran kritis, moralitas publik, serta kemampuan aktif untuk menggerakkan perubahan sosial demi keadilan. “Guru PKn abad ke-21 tidak boleh sekadar menjadi pengajar, tetapi harus berevolusi menjadi tranformator yang berani memihak pada keadilan sosial,” tegasnya.
Dalam seminar ini, beliau juga memperkenalkan konsep Kesalehan Kewargaan (Civic Piety) sebagai puncak integrasi antara iman, ilmu, dan amal saleh dalam kehidupan bernegara. Di lingkungan UNIMP yang dijuluki “Miniatur Indonesia”, nilai-nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK) seperti tauhid dan amanah diintegrasikan untuk memperkuat karakter demokratis yang inklusif.
Menutup materinya, Dr. Dikdik mengingatkan bahwa demokrasi sejati tidak hanya dibangun di gedung parlemen, melainkan di ruang kelas dan di hati setiap warga negara. Pendidik memiliki tugas mulia untuk mentransformasikan pengetahuan menjadi tindakan nyata guna membangun peradaban bangsa yang berintegritas.


